Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEBOCORAN ANGGARAN: KPK Lihat Masih Ada Potensi Di Jakarta

JAKARTA-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI harus perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan karena masih banyak potensi pendapatan yang bocor. Idealnya Pendapatan Asli Daerah sebesar 80% dari total
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 November 2012  |  16:37 WIB

JAKARTA-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI harus perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan karena masih banyak potensi pendapatan yang bocor. Idealnya Pendapatan Asli Daerah sebesar 80% dari total penerimaan APBD.Menurut Abraham, realisasi APBD TA 2011 sebesar 28,29 triliun sedangkan rencana pendapatan tahun anggaran 2012 sebesar 30,64 triliun terjadi kenaikan sebesar 2,35 triliun atau 8,28 %.Lanjutnya kenaikan terbesar adalah pos pendapatan lain-lain yang sah Tahun Anggaran 2011 hanya sebesar 8,41 miliar sedangkan rencana anggaran 2012 sebesar 2,8 triliun atau terjadi kenaikan 33,743%."Kenaikan ini sangat fantastis tingginya, hal ini menimbulkan pertanyaan besar apakah terjadi mark up pendapatan untuk mengimbangi pengeluaran yang defisit sebesar 3,18 triliun tahun anggaran 2012," jelas Abraham kepada Bisnis, Selasa (28/11).Dalam penjelasannya,  dia  menegaskan lebih jauh bahwa realisasi belanja modal APBD Tahun Anggaran sebesar 7,31 triliun atau 75,37 dari anggaran sebesar 9,70 triliun. Padahal APBD TA 2012 dianggarkan sebesar 3,63 triliun atau 49,66%."Apakah tidak mubazir dengan peningkatan anggaran tersebut mengingat sisa anggaran tahun 2011 dari pos belanja modal hanya terserap 75,37. Apakah sisa anggaran mau di jadikan pendapatan deposito? Ini sangat ironis sekali," jelasnya.Lebih lanjut beliau menjelaskan kedpannya realisasi anggaran harus perlu ditingkatkan karena masih banyak potensi yang bocor, kedua dari anggaran tahun 2012 pengaggaran lebih pada aparatur dari pada rakyat, dan dalam anggaran 2012 ada unsur kesengajaan untuk tidak optimalkan pendapatan dan belanja untuk kesejahteraan rakyat yang terlihat pada silpa yang besar.  (if)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Emanuel Tome Hayon

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top