Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UPAH BURUH: DKI Jakarta perbarui upah minimum sektoral

Basilius Triharyanto
Basilius Triharyanto - Bisnis.com 17 Desember 2012  |  07:55 WIB
JAKARTA: Meski tidak ada kesepakatan bipartit antara pengusaha dan buruh tetapi Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) DKI Jakarta 2013 telah ditetapkan sejak Jumat (14/12), pekan lalu.
 
Besaran UMSP bervariasi antara 5%-17%.
 
Sektor yang paling tinggi mendapatkan kenaikan yakni logam, elektronik dan mesin, serta otomotif yang mencapai 17%.
 
Penetapan ini pun mendapat penolakan dari kalangan pengusaha karena dirasakan tertalu tinggi.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Deded Sukendar mengakui penetapan UMSP DKI Jakarta kali ini tanpa adanya kesepakatan bipartit. 
 
Terlebih, rapat untuk menentukan UMSP ini telah dilakukan hingga empat kali. Karena tak juga mendapatkan titik temu, Dewan Pengupahan yang kemudian mengesahkan UMSP.
 
"Bipartit tidak selesai, hanya satu perusahaan yang sanggup untuk membayar. Padahal sudah empat kali sidang, sehingga Dewan Pengupahan berinisiatif untuk mengesahkan UMSP. 
 
"Karena memang UMSP harus segera ditetapkan," ujar Deded, Minggu (16/12/2012) seperti dikutip situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
 
Pertimbangan penetapan UMSP ini, didasari kenaikan UMP 2013 yang signifikan mencapai 44% dari UMP tahun sebelumnya. 
 
Selain itu, besaran UMSP DKI Jakarta diharapkan tidak lebih kecil dibandingkan daerah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi. 
 
Nilai UMSP untuk sektor kimia, energi, dan pertambangan, sektor pariwisata, serta sektor makanan dan minuman sebesar 7%. UMSP sebesar 6% ditetapkan untuk sektor farmasi dan kesehatan. Sementara sektor bangunan dan pekerjaan umum, sektor tekstil, sandang dan kulit, serta sektor ritel ditetapkan sebesar 5%.
 
Atas besaran UMSP tersebut, kalangan pengusaha DKI Jakarta merasa keberatan 
 
“Dari awal kita memang tidak menginginkan adanya pembahasan UMSP, setelah diputuskannya kenaikan UMP DKI sampai 44% yakni Rp2,2 juta yang terlalu tinggi,” kata Ketua Kadin DKI Eddy Kuntadi.  (ra)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top