BANJIR JAKARTA: Jokowi Matangkan Wacana Terowongan Rp16 Triliun

JAKARTA—Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan terowongan atau waduk air bawah tanah mulai dari MT Haryono-Pluit yang diprediksi bisa memakan biaya mencapai Rp16 triliun sebagai terobosan mengatasi masalah banjir.
Bambang Sutejo | 27 Desember 2012 02:59 WIB

JAKARTA—Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan terowongan atau waduk air bawah tanah mulai dari MT Haryono-Pluit yang diprediksi bisa memakan biaya mencapai Rp16 triliun sebagai terobosan mengatasi masalah banjir.

“Kita masih bahas terus pembangunan deep tunnel. Belum saya putuskan. Nanti setelah kajian selesai, saya akan putuskan Januari nanti,” ungkap Jokowi di sela-sela pemantauan kondisi gorong-gorong di Bundaran HI Jakarta Rabu (26/12/2012).

Dia mengungkapkan rencana pembangunan terowongan tersebut akan dibuat dengan diameter mencapai 16 meter. Permasalah banjir yang terus terjadi, menurut Jokowi membutuhkan sebuah terobosan.

“Sudah berpuluh tahun kita terus kebanjiran. Jangan terus bertumpu pada blue print saja, tapi tidak ada terobosan. Ada action di lapangan dalam jangka pendek, dan ada terobosan dengan mengikuti desain besarnya, ” katanya.

Pendanaan, sambungnya, akan diperoleh melalui APBD atau bisa dikerjasamakan dengan investor. Dia menargetkan proses pembangunan terjadi dalam waktu 4-5 tahun. Dalam proses pembangunan pun tidak akan mengganggu lalu lintas.

“Dalam pembangunan akan pakai bor, langsung sedot. Tidak akan mengganggu lalu lintas. Nanti semua akan terintegrasi. Terowongan MRT juga bisa difungsikan untuk yang lain seperti limbah, kabel, air baku, dan lain-lain,” jelas Jokowi.

Dia menilai kondisi gorong-gorong yang ada saat ini dengan diameter 60 cm menjadi penyebab munculnya genangan air di berbagai kawasan. Kapasitas yang ada, belum bisa menampung luapan air hujan yang sangat tinggi belakangan ini.

Berdasarkan pantauan yang dia lakukan, gorong-gorong di kawasan Bundaran HI telah bersih dari tumpukan sampah. Karena sudah dilakukan pengerukan sampah satu bulan lalu, jelasnya, genangan air terjadi karena kapasitas saluran yang rendah.

Dalam jangka pendek, Pemprov DKI Jakarta meminta disediakan pompa air untuk disebar di empat titik utama yakni di Bundaran HI, di depan Universitas Trisakti (Grogol), Jl. Gatot Subroto, dan di depan Senayan City.

“Kita mencoba berpikir dalam jangka pendek, agar tidak menyusahkan masyarakat. Kita berkejar-kejaran, karena prediksi hujan akan terus terjadi dari Desember-Januari 2013,” tutur Jokowi.

Dia juga menargetkan untuk mengurangi 8-12 titik rawan banjir setiap tahunnya. Adapun jumlah lokasi rawan banjir di Jakarta saat ini mencapai 78 titik. Melalui optimalisasi kanal banjir, diharapkan dapat berkurang sebanyak 16 titik di antaranya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo mengungkapkan pembangunan deep tunnel yang digagas oleh gubernur mirip dengan smart tunnel yang berada di Kuala Lumpur. “Kalau masuk musim hujan, terowongan ini bisa juga difungsikan untuk aliran air.”

Selain itu, Ery mengatakan pihaknya telah mengajukan adanya perluasan gorong-gorong sehinga diameter mencapai 1 meter. Saluran yang ada saat ini, ujarnya, hanya bisa menampung curah air hujan sekitar 50 mm per jam.

“Padahal curah hujan kemarin sudah di atas 100 mm per jam. Karena kapasitas kurang, menyebabkan antrian air untuk masuk ke lubang itu. Gorong-gorong yang ada saat ini usianya sudah 40 tahun,” paparnya.

Tahap awal, gorong-gorong yang akan diperluas hanya meliputi sepanjang Jl. Sudirman mulai dari Stasiun Sudirman (Kali Sumenep) mencapai kawasan Sarinah, dengan panjang sekitar 2 km.

“Sementara baru ini dulu. Kalau gubernur setuju, akan masuk dalam anggaran 2013. Kawasan lain, akan kita cek lagi,” ucap Ery. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup