Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berantas Demam Berdarah dengan Larvasindo Biologi

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki musim penghujan seperti saat ini, Pemda DKI Jakarta melakukan uji aplikasi Larvasindo Biologi, jenis Ballicus Thuringiensis var.Israellensis di beberapa wilayah, untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 18 Juli 2013  |  16:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Memasuki musim penghujan seperti saat ini, Pemda DKI Jakarta melakukan uji aplikasi Larvasindo Biologi, jenis Ballicus Thuringiensis var.Israellensis di beberapa wilayah, untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari larvasida biologi jenis Ballicus Thuringiensis var.Israellensis, terhadap nyamuk aedes aegypti, vektor penyebaran penyakit DBD di Provinsi DKI Jakarta," kata Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (18/7/2013).

Dia menuturkan penggunaan larvasida biologi ini diharapkan efektif dalam membunuh jentik nyamuk, dan juga aman bagi manusia.

Menurut dia, belum adanya obat anti-virus dengue, maka kegiatan pengendalian vektor nyamuk merupakan pilihan yang paling mungkin untuk memberantas DBD.

"Keberhasilan dalam menekan penyakit DBD bukan menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi juga seluruh unsur masyarakat, karena DBD adalah masalah kita bersama," ungkap John.

Dia menjelaskan uji aplikasi ini dilakukan di lima wilayah yang ada di provinsi DKI Jakarta. Tepatnya di salah satu RW yang ada di lima wilayah ini yaitu RW02 Sedang (Kemayoran-Jakarta Pusat), RW04 Sunter (Tanjung Priok. Jakut), RW011 Kapuk (Cengkareng, Jakbar), RW05 Jagakara (Jagakarsa, Jaksel), dan RW08 Pondok Kelapa (Duren Sawit, Jaktim).

Selain Jakarta Timur yang menempatkan sebanyak 60 ovitrap (tabung jentik nyamuk), yang digunakan untuk menangkap nyamuk, maka semua lokasi lainnya masing-masing menempatkan 50 ovitrap.
Pemasangan ovitrap dilakukan pada 21 Juni, dan dilanjutkan dengan pengambilan dan penetesan pada 28 Juni 2013.

Hasilnya, katanya, beberapa ovitrap di masing-masing wilayah yang menjadi lokasi uji aplikasi terbukti menunjukkan positif nyamuk DBD. Selanjutnya ovitrap itu ditetesi dengan larutan larvasida biologi jenis Ballicus Thuringiensis var.Israellensis sebanyak 2 tetes.

Hasil uji dari penggunaan obat tetes larvasida biologi ini cukup baik, karena setelah ditunggu sekitar 5-6 jam, diperoleh hasil semua jentik yang ada di ovitrap mengalami kematian," ungkapnya.

Dokter Martin Kristiandi, Sales & Marketing Director PT Mahakam Beta Farma, yang memperkenalkan larvasida biologi dengan label Bactivec-- Pemberantas Jentik Nyamuk Demam Berdarah, menambahkan bahwa produk ini sudah berhasil digunakan di Kuba untuk memberantas penyakit DBD.

Martin menuturkan Bactivec ini bisa digunakan di rumah tangga, diteteskan ke bak mandi, penampung belakang kulkas, vas bunga, tatakan pot tanaman, penampung dispenser, dan aquarium atau tempat minum hewan peliharaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit demam berdarah
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top