Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terjerat Utang, IIBF Siap Berikan Bantuan

Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Malang Raya melakukan pendampingan terhadap para pengusaha yang sedang terjerat utang (kredit) di bank.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 29 Oktober 2013  |  19:33 WIB
Terjerat Utang, IIBF Siap Berikan Bantuan

Bisnis.com, MALANG - Indonesian Islamic Business Forum  (IIBF) Malang Raya melakukan pendampingan terhadap para pengusaha yang sedang terjerat utang (kredit) di bank.

Amang Dwianto, Ketua IIBF Cabang Malang, mengatakan jumlah pengusaha di Malang Raya yang sedang mengalami masalah akibat terjerat utang di bank cukup banyak.         

“Bahkan nilai utangnya juga cukup beragam mulai dari Rp100 juta hingga Rp80 miliar,” ungkapnya, Selasa (29/10).         

Hanya saja, Amang enggan menyebut siapa dan berapa jumlah pengusaha yang sedang terjerat utang tersebut. Hal itu sengaja dilakukan untuk menjaga privacy mereka.         

Pendampingan yang dilakukan dengan melibatkan tim ahli ataupun konsultan dari IIBF agar pengusaha yang sedang terjerat utang bisa bangkit kembali dan menyelesaikan tanggungan ke bank.         

“Tujuan kami agar mereka menjadi kuat dan bisa menjalankan usahanya kembali. Kalau usaha bisa berjalan dengan baik harapannya hutang segera terbayar,” jelasnya.           

Selain melakukan pendampingan, IIBF juga memberikan sejumlah pelatihan di antaranya membaca literacy keuangan. Karena sejauh ini banyak pengusaha atau pimpinan perusahaan yang kurang paham dalam membaca literacy keuangan.                

“Banyak orang kehilangan waktu dan uang karena mengambil keputusan bisnis berdasarkan insting dan nafsu daripada berdasarkan penguasaan atas fakta yang sebenarnya,” ujarnya.         

Melalui workshop financial literacy tersebut para pelaku bisnis akan mendapatkan bekal untuk menjadi the real business player. Dalam workshop yang digelar IIBF pada 26-27 Oktober lalu misalnya, banyak pelaku bisnis yang  datang dan mengikuti pelatihan. Kondisi tersebut memberikan gambaran jika tingkat kesadaran pengusaha akan literacy keuangan sudah sedemikian tinggi.         

“Ke depan IIBF memang ingin membangun pengusaha yang kuat,” tambahnya.         

Hardi, salah satu staf keuangan sebuah perusahaan di Malang, mengatakan melalui workshop financial literacy dia menjadi semakin paham dalam membaca masalah keuangan.  “Selama ini yang diketahui hanya seputar berapa omzet atau laba yang dipetik,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengusaha ri pagu utang KREDIT
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top