Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Batik Betawi Putar Ekonomi Rusunawa

Program relokasi warga sekitar Waduk Pluit ke rumah susun sewa (rusunawa) Marunda Jakarta Utara dijadikan peluang pemberdayaan masyarakat oleh Keluarga Batik Betawi (KBB) untuk meningkatkan penghasilan warganya
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 12 Desember 2013  |  18:24 WIB
Batik Betawi Putar Ekonomi Rusunawa

Bisnis.com, JAKARTA- Program relokasi warga sekitar Waduk Pluit ke rumah susun sewa (rusunawa) Marunda Jakarta Utara dijadikan peluang pemberdayaan masyarakat oleh Keluarga Batik Betawi (KBB) untuk meningkatkan penghasilan warganya.

Wakil Ketua Keluarga Batik Betawi Dyah Candradini mengatakan sedikitnya ada 25 perempuan penghuni rusunawa Marunda sejak tiga bulan terakhir dilibatkan proses pembuatan batik tulis khas Betawi.

Mereka mendapatkan upah Rp50.000 setiap menyelesaikan pekerjaan nyanting, menggambar pakai malam panas, kain berukuran 2 meter. Dalam satu hari bisa menyelesaikan dua lembar kain.

"Kami sejak September melakukan pembinaan gratis untuk ibu-ibu di rusun, ketika sudah mahir kami beri mereka pekerjaan dan upah," katanya disela Muprov ke-12 Kadin DKI di Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Diharapkan pemberdayaan seperti ini, kata Shanda, bisa menekan pengangguran terutama kaum perempuan di rusunawa. Dengan sistem pemberdayaan ini, ibu rumah tangga bisa bekerja sekalian mengasuh anak.

Tidak hanya itu, warga laki-laki juga dilibatkan dalam proses pembuatan batik dengan tugas proses melorot batik. Untuk pekerjaan ini, upah yang diberikan oleh KBB adalah Rp10.000 untuk setiap kain 2 meter.

Dewan Pembina KBB Riffa Juffriasari mengharapkan program seperti ini dikembangkan di lokasi rusunawa lain seperti Pinus Elok yang merupakan tempat relokasi warga Ria Rio Jakarta Timur.

Mereka saat ini sudah ingin mendapatkan pembinaan namun masih ada sedikit kendala menempatkan peralatan dan lokasi. Dalam waktu dekat diharapkan sudah bisa mendapat dukungan dari Pemprov seiring keinginan Gubernur DKI Joko Widodo untuk mendorong jiwa entrepreneur.

"Kami punya keinginan setelah bisa berkembang, rusunawa bisa menjadi sentra batik betawi. Ketika ada tamu yang datang, kami ajak ke rusunawa yang sudah punya produk batik," kata Riffa.

Kekhasan batik Betawi adalah motifnya yang mengangkat budaya dan tempat wisata Jakarta seperti ondel-ondel, monas, tugu pancoran, serta pewarnaan alami. Batik betawi paling murah dihargai Rp120.000 per 2 meter jenis cap, dan Rp350.000 per 2 meter untuk batik tulis.

Ketua DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) DKI Tatyana Sentani Sutara tertarik untuk mengembangkan batik betawi ini. Anggota Iwapi yang lebih banyak bergelut dalam dunia fashion akan memanfaatkan produk batik Betawi untuk diolah menjadi pakaian jadi.

"Kita lebih banyak di fashion, bisa kita ambil bahan dari KBB ini," ujarnya.

Menurutnya, produk lokal tidak kalah saingan dengan asing jika mempertahankan kualitas. Seperti batik tulis memiliki ketekunan saat membuat motif, sehingga bisa menjadi pakaian eksklusif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik Pemprov DKI
Editor : Linda Tangdialla

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top