Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Petugas Tewas Jadi Nama Gedung Damkar

Petugas tewas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar-PB) DKI Jakarta medio 1980 hingga sekarang mencapai 10 orang. Dalam rangka HUT ke-95 Hardamkarnas, Pemprov memberi santunan kepada keluarga korban dan namanya akan diabadikan pada nama ruang dan gedung.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 27 Februari 2014  |  13:49 WIB
Petugas Damkar-PB selalu siap menangani berbagai macam kejadian termasuk diluar domain mereka.  - bisnis.com
Petugas Damkar-PB selalu siap menangani berbagai macam kejadian termasuk diluar domain mereka. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Petugas tewas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar-PB) DKI Jakarta medio 1980 hingga sekarang mencapai 10 orang. Dalam rangka HUT ke-95 Hardamkarnas, Pemprov memberi santunan kepada keluarga korban dan namanya akan diabadikan pada nama ruang dan gedung.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo mengatakan penamaan tersebut untuk sementara bersifat internal. Alasannya petugas yang tewas adalah pejuang sejati karena memberi inspirasi petugas lain dalam upaya memadamkan api.

"Itu pejuang yang menginspirasi kami, tapi bagi instansi lain belum tentu melihatnya seperti itu. Makanya kita internal saja, tapi kita laporkan kepada Gubernur," ujarnya di kantor Damkar-PB Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Nama petugas yang tewas sesuai bidang kerja adalah Sulistiyo Putranto (Bidang Operasi), Nursito dan Iwan Supriyanto (Sudin Jakpus), Yus Warman, Dimyati  dan Mahmud Zaini (Sudin Jakbar), Subandi dan Mansyur (Sudin Jaksel), Miso dan Waryo (Sudin Jaktim).

Menurut Subejo, petugas Damkar-PB selalu siap menangani berbagai macam kejadian termasuk diluar domain mereka. Untuk saat ini petugas bersiaga di Kampung Pulo Jakarta Timur dan Kampung Duri Jakarta Selatan pro aktit memonitor ketinggian muka air Katulampa. 

"Petugas datang dulu ke lokasi tanpa menunggu untuk diminta karena daerah ini cukup rentan dari bencana banjir," katanya.

Selain itu, petugas juga menangani pohon tumbang, orang manjat sutet, sedot air dan lain sebagainya. Petugas lapangan semua kegiatan tersebut dilarang minta duit kepada pihak yang dibantu. "Kalau minta duit langsung laporkan polisi, harus tanggung jawab secara pribadi," jelas Subejo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top