Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahok: Pengawasan di Sekolah Kurang

Seorang siswa SDN 06 Petang, Pondok Rangon, Jakarta Timur diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan gurunya di toilet sekolah.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 08 Mei 2014  |  13:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Seorang siswa SDN 06 Petang, Pondok Rangon, Jakarta Timur diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan gurunya di toilet sekolah.

Mendengar hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pengawasan di sekolah-sekolah Ibu Kota masih kurang.

"Sebenarnya hampir semua sekolah sudah ada CCTV tapi enggak mungkin kan pasang di toilet sekolah?" ujarnya di Balai Kota, Kamis (8/5/2014).

Pria yang akrab disapa Ahok ini menambahkan, pengawasan sekolah yang utama bukanlah melalui CCTV, tapi gurulah pengawas yang paling utama.

"Sudah sering saya bilang kan, guru harus perhatian sama murid-muridnya. Sampai perubahan wajak anak, guru harus tahu," tambahnya.

Anak yang diduga korban kekerasan seksual tersebut pertama kali diketahui berjalan 'ngangkang' oleh ibunya sepulang sekolah.

Mengenai guru yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap muridnya, apabila terbukti benar, Ahok memerintahkan agar segera dipecat.

Kepala sekolah juga bisa dikenakan sanksi tersebut jika setelah dilakukan penyelidikan, sang kepsek terbukti menutupi atau mendiamkan kejadian tersebut.

"Saya kira Pak Jokowi tegaslah urusan yang begitu," ucapnya.

Peristiwa kekerasan seksual terhadap murid-murid di toilet sekolah akhir ini sering terjadi di Jakarta.

Sebelumnya, kasus sodomi murid di toilet juga terjadi di Jakarta International School (JIS), kasus  inipun sampai menyita perhatian internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak kekerasan seksual
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top