Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI Janji Tekan Kasus Kematian Demam Berdarah

Pemprov DKI Jakarta berjanji akan menurunkan angka kematian yang disebabkan penyakit dengue, atau virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 15 Juni 2014  |  17:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Pemprov DKI Jakarta berjanji akan menurunkan angka kematian yang disebabkan penyakit dengue, atau virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati mengatakan hingga Mei 2014, pihaknya mencatat sebanyak 5.321 kasus dengue sejak awal tahun ini.

Sementara, selama 2013, hampir 10.000 kasus dengue terjadi di kawasan Jakarta dipicu oleh beragam faktor yakni kebersihan, tingkat penduduk dan ketidakpedulian warga.

"Sampai 2020 nanti kami targetkan untuk mengatasi 10.000 kasus dengue lagi. Minimal per bulan selesaikan 2.000 kasus," paparnya di sela-sela Memperingati Hari Dengue di Hotel Atlet Jakarta, Minggu (15/6/2014).

Hari dengue ASEAN yang jatuh pada 15 Juni dimanfaatkan berbagai pihak untuk mengedukasi warga Indonesia khususnya masyarakat Jakarta agar lebih peduli terhadap kesehatan.

"Tetapi pada 2015 nanti, target utama kami minimal menekan angka kematian dulu sebagai prioritas," katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk membuat Jakarta terbebas dari penyakit dengue yang semakin hari menggurita dan mengancam hak hidup warga Jakarta.

Dalam keterangan resminya, Dien mengklaim beberapa kegiatan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sehubungan Hari Dengue ASEAN 2014 adalah pemberdayaan masyarakat.

Sasaran dilakukan melalui program Jumantik Cilik dan Jumantik Mandiri guna meningkatan aktivitas Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di masyarakat.

Selain itu juga dilakukan koordinasi kepada para Jumantik di 15 Kecamatan dengan data kasus dengue terbanyak di Jakarta.

Kegiatan lainnya yakni olahraga bersama dengan seluruh karyawan Pemprov DKI Jakarta, PSN serentak setiap 3 bulan sekali serta kegiatan fogging untuk mengantisipasi situasi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Namun, katanya, prinsip terpenting menekan angka dengue tersebut yakni partisipasi bersama seluruh unsur masyarakat yang merupakan kunci dalam menekan kejadian dengue.

Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sri Rezeki S. Hadinegoro mengatakan angka kematian pada anak-anak akibat dengue sudah menurun 46% pada 1968 menjadi 1,2% pada 2013.

Namun, pada 2000 kasus dengue mengancam anak muda dewasa dan meningkat hingga 50% dari jumlah kasus keseluruhan. "Tetapi angka kematian masih banyak terjadi pada kalangan anak dibandingkan dewasa," paparnya.

Sri mengklaim angka kesakitan penyakit dengue semakin tahun belum menurun, malah meningkat dan penyebarannya pun meluas. Indonesia menjadi negara kedua terbesar kasus dengue setelah Thailand diikuti Vietnam sebagai negara ketiga.

"Kejadian penyakit yang tinggi tentunya menyebabkan dampak pada biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, yang akan menjadi beban ekonomi keluarga dan negara. Kenyataan ini harus menjadi perhatian kita semua," paparnya.

Dia setuju agar masyarakat Indonesia harus mulai peduli terhadap bahaya infeksi dengue yang akan merenggut nyawa manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah laboratorium dengue demam berdarah dengue
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top