Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelabuhan Kalibaru Diharapkan Beroperasi Medio 2015

Pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta mengharapkan keberadaan Pelabuhan Kalibaru atau yang disebut The New Tanjung Priok sudah bisa mulai beroperasi pada pertengahan 2015 mempercepat upaya mempersingkat dwelling time dan mengurangi beban biaya logistik yang masih cukup tinggi.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  16:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DKI Jakarta mengharapkan keberadaan Pelabuhan Kalibaru atau yang disebut The New Tanjung Priok sudah bisa mulai beroperasi pada pertengahan 2015 mempercepat upaya mempersingkat dwelling time dan mengurangi beban biaya logistik yang masih cukup tinggi.

Ketua Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi mengatakan bahwa operasional pelabuhan peti kemas Kalibaru sangat dinantikan para pelaku usaha, karena keberadaannya akan mampu mendorong peningkatan efisiensi biaya logistik di Indonesia yang saat masih sangat tinggi.

"Pertengahan 2015 diharapkan pengembangan pelabuhan peti kemas Kalibaru sudah mulai beroperasi," tuturnya, Rabu (28/1).

Menurutnya keberadaan Kalibaru yang kapasitasnya setara dengan pelabuhan di Singapura itu dapat menjadi "Hub", sehingga akan meningkatkan efisiensi biaya logistik dalam rangka pengembangan program ekonomi maritim nasional.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok sendiri sebagai salah satu pintu kegiatan logistik kepelabuhan, dinilai sudah kurang mendukung, walaupun ada rencana untuk memperluas.

Menurutnya, DKI Jakarta sebagai barometer pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia, tentu pertumbuhan ekonomi di sini jangan sampai terganggu, agar tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jakarta ini kan sebagai pintu gerbang, maka diharapkanlah Kalibaru ini cepat selesai. Ini juga salah satu upaya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dan Kalibaru diharapkan menjadi salah satu akses memecahkan persoalan logistik di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya bagaimana mungkin Indonesia bisa bersaing di antara negara-negara Asean, kalau biaya logistik masih tinggi.

"Biaya logistik di Indonesia itu sudah tertinggi di Asean, sekarang sekitar 26%. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap situasi kelogistikan, sehingga ada hal-hal yang secara spesifik perlu dilakukan untuk itu, terutama sisi pelabuhan," ujarnya

Menurutnya keunggulan Pelabuhan Kalibaru adalah sebagai new development, maka desain dan rancangan yang dibangun dapat lebih ideal, termasuk akses jalan terbaru menuju lokasi tersebut.

"Semua barang masuk ke situ, akses jalan dari daerah sekitar untuk masuk ke situ juga harus diperhatikan. Jadi, lanjutnya yang dirancang bukan pelabuhannya saja, tetapi akses menuju ke sananya juga harus disiapkan dengan matang," ujarnya.

Ketua Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia, Didik J. Rachbini menyatakan bahwa menurut catatannya bahwa biaya logistik di Indonesia telah mencapai 27% dibanding PDB.

"Angka itu setara 1,5 - 2 kali biaya di negara lain, di Asean. Di Jepang dan Amerika itu sekitar 10% dari PDB. Ini memperlihatkan logistik kita sangat tidak efisien," tuturnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan kalibaru kadin dki
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top