Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lawan Budaya Pop, Ini Cara Tegas Pemkab Purwakarta

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tak main-main dalam menerapkan sistem pendidikan yang berbeda dengan kurikulum daerah lain.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 10 Februari 2015  |  20:09 WIB
Lawan Budaya Pop, Ini Cara Tegas Pemkab Purwakarta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi - Kaskus
Bagikan

Bisnis.com, DEPOK - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tak main-main dalam menerapkan sistem pendidikan yang berbeda dengan kurikulum daerah lain.

Dedi mengatakan pihaknya baru saja mengesahkan Peraturan Bupati No 2 tahun 2015 tentang Persyaratan Tambahan Naik Kelas di wilayah Purwakarta.

“Saya yakin penerapan sistem kurikulum ini akan secara perlahan menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa di wilayahnya,” papar Dedi.

Dia menyampakian hal tersebut seusai hadir dalam agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) antara Universitas Indonesia (UI) dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta di UI, Depok, Selasa (10/2/2015).

Pemkab Purwakarta menekankan pada siswa untuk terampil bercocok tanam, berkebun hingga menjahit sebagai salah satu syarat naik kelas dalam sekolah.

Dia menjelaskan siswa saat ini cenderung lebih tertarik untuk membangun atau bekerja di kota. Padahal, kata dia, apabila hal tersebut dibiarkan akan berdampak pada krisis pangan di Indonesia.

“Kalau paradigma siswa lebih tertarik pada kota, maka Indonesia akan mengalami krisis pangan. Karena sudah tidak ada lagi yang ingin menjadi petani atau peternak,” ujarnya.

Dia memberi contoh, generasi muda saat ini lebih memilih bermain game online atau gadjet ketimbang bertani. Para siswa tersebut, kata dia, lebih suka menjadi kaum urban yang secara perlahan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah pangan di Indonesia.

Oleh Karena itu, Pemkab Purwakarta akan tegas memerangi budaya popular yang dinilai akan menggerus mental siswa.

"Untuk mengantisipasi itu, kita tak boleh kalah dan harus terus berjuang. Kita harus lawan dengan sistem dengan pemberlakuan Perbup soal persyaratan baru di pendidikan kami yang saat ini sudah berjalan," ungkapnya.

Dia menambahkan kerja sama dengan kampus UI menjadi cita-cita bersama dengan melakukan riset dan membina tiga desa di Purwakarta.

Kampus UI, lanjutnya berkontribusi memberikan pelatihan pada siswa di tiga desa untuk pengembangan masyarakat. Tiga desa itu adalah Desa Sukamulya, Ciracas dan Nagrok.

"Tiga desa itu yang kami fokuskan untuk menjadi percontontohan di bidang pendidikan, budaya dan pertanian," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta menegaskan kampusnya siap bekerja sama untuk mengerahkan [ara akademisi dalam membina Purwakarta.

"Kami memiliki tanggung jawab terhadap kebudayaan yang dinamis. Dan tugas kami harus bisa menjaga peradaban dengan nilai berharga," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budaya
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top