MISTERI KEMATIAN MAHASISWA UI: Akseyna Bunuh Diri atau Dibunuh?

Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Jurusan Biologi Fakltas Matematika dan Ilmu Pengetahuan UI, ditemukan tewas di Danau Kenanga Kampus UI Depok pada 26 Maret.
Newswire | 02 April 2015 07:13 WIB
Akseyna Ahad Dori/facebook - yus

Bisnis.com, JAKARTA - Akseyna Ahad Dori (18), mahasiswa Jurusan Biologi Fakltas Matematika dan Ilmu Pengetahuan UI, ditemukan tewas di Danau Kenanga Kampus UI Depok pada 26 Maret.

Dari penyelidikan polisi, belum dapat disimpulkan penyebab kematian Ace - panggilan sehari-hari Akseyna - apakah bunuh diri atau dibunuh.

Hampir 2 tahun lamanya, Ace tinggal di Wisma Widya, Jalan Kabel Nomor 3 RT 04 RW 05, Beji, Depok, Jawa Barat. Di kompleks kos-kosan seluas 900 meter persegi itu, penghuni lain kebanyakan tak mengenali Ace.

Darma (19), mahasiswa Jurusan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya misalnya. "Jarang ketemu," ujarnya. Bahkan, ia mengaku jarang bertegur sapa dengan Ace.

Saat diketemukan, di dalam tas korban terdapat beberapa bongkahan batu.

Edi Sukardi (42), penjaga kos, menyebut Ace sebagai mahasiswa yang tertutup. Ace jarang bertegur sapa dengan penghuni lain. Begitu juga dengan dirinya. "Tertutup orangnya, di kamar terus," ujar Edi.

Ia terakhir melihat Ace pada, Selasa malam, 24 Maret 2015. Waktu itu, Ace tengah mengambil air minum di dapur. Tak ada tegur sapa. Belakangan, ia baru tahu yang meninggal di danau itu adalah Ace. "Saya terkejut juga," katanya.

Menurut Edi, perilaku Ace dalam beberapa hal memang beda. Ia menilai anak yang kos di lantai dua itu tengah mengalami masalah. Namun, ia tak berani menanyakan persoalannya. "Kelihatannya lagi pusing, memikirkan sesuatu," ujar Edi.

Meski kelihatan bermasalah, ia tak curiga jika Ace akan mengakhiri hidupnya. Sebab, pada Jumat, 29 Maret 2015, teman Ace sesama jurusan, Jibril, datang ke kamar Ace.

Jibril, ujar dia, adalah salah satu teman dekat Ace. Dia datang seorang diri dan langsung ke kamar Ace. Ketika itu, Jibril langsung pulang lagi karena Ace tidak ditemukan di dalam kamar.

Jumat sore, tante Ace datang. Ia menanyakan keberadaan Ace karena sudah dua hari tidak ada kabar. Karena tidak ada hasil, tante Ace pun pulang. Ia sempat berpesan ke Edi, jika ada kabar tentang Ace tolong segera diberitahu.

Jibril kemudian datang lagi Ahad sore, 29 Maret 2015. Karena tak ada sahutan di dalam kamar, dia dan Edi membuka kamar Ace dengan kunci cadangan.

"Pas dibuka kamar berantakan. Laptop, dompet, dan handphone ternyata ada di dalam kamar," ujar Edi. Kedua alat elektronik itu dalam kondisi mati.

Edi pun menyuruh Jibril membereskan kamar tersebut. Dia juga meminta Jibril untuk menginap di kamar Ace Ahad malamnya.

Sebelum keluar, Edi ditunjukkan oleh Jibril kertas bertulisan bahasa Inggris. "Jibril yang melihatkan tulisan itu ke saya. Tulisan itu menempel ditempelkan di paku yang tertancap di dinding kamar,” katanya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok,  Agus Salim membenarkan Jibril menginap di kos-kosan Ace Ahad malam, 29 Maret 2015. Jibril, salah satu mahasiswa yang diperiksa oleh polisi sebagai saksi. "Dari keterangannya, memang dia di kosan Ace Ahad malam".

Menurut Agus, pada Ahad malam tidak hanya Jibril yang datang ke kosan Ace. Teman-temannya yang lain juga turut datang. Mereka mencoba membuka laptop Ace yang terkunci.

Saat dimintai konfirmasi, beberapa mahasiswa jurusan Biologi yang seangkatan dengan Ace tak mau berkomentar. "Maaf ya enggak ada komentar," ujar salah seorang mahasiswi. Di kampus, Jibril juga tidak tampak.

Menurut Nouvan Iqbal, mahasiswa jurusan Biologi, Jibril sudah dua hari tidak kelihatan di kampus.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahasiswa ui tewas

Sumber : Tempo.co
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top