MAYAT DI DANAU UI: Sebelum Tewas, Ace Kelihatan Ada Masalah

Kamar ukuran 3 x 4 meter itu pintunya terganjal kain gorden. Kain sepanjang satu meter tersebut difungsikan sebagai pintu karena pintu kamar bernomor 208 itu rusak.
Newswire | 02 April 2015 09:24 WIB
Ilustrasii pembunuhan - thailandlaw.org

Bisnis.com, DEPOK— Kamar ukuran 3 x 4 meter itu pintunya terganjal kain gorden. Kain sepanjang satu meter tersebut difungsikan sebagai pintu karena pintu kamar bernomor 208 itu rusak.

Di kamar inilah, Akseyna Ahad Dori, 18, mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, tinggal.

Hampir dua tahun Ace--panggilan akrab Akseyna--tinggal di Wisma Widya, Jalan Kabel Nomor 3 RT 04 RW 05, Beji, Depok, Jawa Barat. Di kompleks kos-kosan seluas 900 meter persegi itu, penghuni lain kebanyakan tak mengenali Ace.

Darma, 19, mahasiswa Jurusan Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya, misalnya, jarang bertemu Ace.

 "Jarang ketemu," ucapnya, Rabu (1/4/2015).

 Bahkan, dia mengaku jarang bertegur sapa dengan Ace.

Ace ditemukan tewas di Danau Kenanga, kampus UI pada Kamis (26/3/2015). Penyebab kematian mahasiswa asal Yogyakarta itu belum pasti. Saat diketemukan, di dalam tas korban terdapat beberapa bongkahan batu.

Polisi belum bisa menyimpulkan kematian mahasiswa Biologi ini, apakah bunuh diri atau dibunuh.

"Masih dalam penyelidikan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Agus Salim.

Edi Sukardi, 42, penjaga kos, menyebut Ace sebagai mahasiswa yang tertutup. Ace jarang bertegur sapa dengan penghuni lain. Begitu juga dengan dirinya.

"Tertutup orangnya, di kamar terus," ujar Edi.

Dia terakhir melihat Ace pada, Selasa (24/3/2015). Waktu itu, Ace tengah mengambil air minum di dapur. Tak ada tegur sapa. Belakangan, dia baru tahu yang meninggal di danau itu adalah Ace.

"Saya terkejut juga," katanya.

Perilaku Berbeda

Menurut Edi, perilaku Ace dalam beberapa hal memang beda. Dia menilai anak yang kos di lantai dua itu tengah mengalami masalah. Namun, tak berani menanyakan persoalannya.

"Kelihatannya lagi pusing, memikirkan sesuatu," ujar Edi.

Meski kelihatan bermasalah, dia tak curiga jika Ace akan mengakhiri hidupnya. Sebab, pada Jumat  (29/3/2015), teman Ace sesama jurusan, Jibril, datang ke kamar Ace.

Jibril, ujar dia, adalah salah satu teman dekat Ace. Dia datang seorang diri dan langsung ke kamar Ace. Ketika itu, Jibril langsung pulang lagi karena Ace tidak ditemukan di dalam kamar.

Jumat sore, Edi melanjutkan, tante Ace datang. Dia menanyakan keberadaan Ace karena sudah dua hari tidak ada kabar. Karena tidak ada hasil, tante Ace pun pulang. Dia sempat berpesan ke Edi, jika ada kabar tentang Ace tolong segera diberitahu.

Jibril kemudian datang lagi Minggu (29/3/2015) sore, karena tak ada sahutan di dalam kamar, dia dan Edi membuka kamar Ace dengan kunci cadangan.

"Pas dibuka kamar berantakan. Laptop, dompet, dan handphone ternyata ada di dalam kamar," ujar Edi.

Kedua alat elektronik itu dalam kondisi mati.Edi pun menyuruh Jibril membereskan kamar tersebut. Dia juga meminta Jibril untuk menginap di kamar Ace Minggu malamnya. Sebelum keluar, Edi ditunjukkan oleh Jibril kertas bertulisan bahasa Inggris.

"Jibril yang melihatkan tulisan itu ke saya. Tulisan itu menempel ditempelkan di paku yang tertancap di dinding kamar,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mayat ui

Sumber : Tempo.co
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top