Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Diduga Kuat Ulah Mafia Beras

Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) membantah beras mengandung sistetis atau beras plastik masuk ke Indonesia dengan cara importasi ilegal atau penyelundupan.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  12:20 WIB
BERAS SINTETIS: Diduga Kuat Ulah Mafia Beras
Polisi memeriksa karung beras di pergudangan Kalimas Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/5). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) membantah beras mengandung sistetis atau beras plastik masuk ke Indonesia dengan cara importasi ilegal atau penyelundupan.

Wakil Ketua Umum GINSI bidang Perdagangan ekspor impor dan kepelabuhanan, Erwin Taufan, mengatakan pihaknya justru menduga beras plastik diracik oleh para mafia beras di dalam negeri untuk mengalihkan isu-isu tertentu dan mencoreng nama baik Pemerintahan RI saat ini.

"Tak mungkin itu dari impor, beredarnya beras didalam negeri itu ulah mafia pemain beras, dan racik didalam negeri kemudian di sebar. Para mafia ini yang mesti dilacak tuntas," ujarnya kepada Bisnis,hari ini, Jumat (22/5/2015).

Taufan mengatakan,kegiatan importasi beras itu sangatlah ketat, karena terkait perizinan larangan pembatasan (lartas) dan harus memperoleh izin Kemendag dan isntansi lainnya seperti badan pengawasan obat dan makanan (BPOM) maupun Badan Karantina Kementan.

"Kalau itu (beras plastik) hasil importasi ilegal atau penyelundupan pasti bisa dilacak siapa importirnya. Tetapi menurut saya komoditi tersebut diracik didalam negeri,"paparnya.

Dia mengatakan, untuk memasukkan / importasi beras juga harus dilakukan pemeriksaan dan melampirkan dokumen dari lembaga surveyor (LS).

"Sebelum masuk pasti ada quality control dari surveyor,"tuturnya.

GINSI menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok yang mensinyalir bahwa beras plastik yang kini bikin heboh di masyarakat itu tidak pernah masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok,Jakarta.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Fajar Dony Cahyadi, saat menerima kunjungan Anggota DPR Komisi XI, di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (21/5/2015), memastikan tidak ada beras bercampur plastik yang diimpor atau masuk melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Orang Jahat

Dia mengatakan, beras plastik yang heboh saat ini beredar di masyarakat disebut-sebut berasal dari China.

"Priok tidak pernah menangani importasi beras dari China," paparnya.

Namun, ketika didesak anggota DPR, dengan pertanyaan dari mana masuknya beras bercampur plastik yang kini bikin heboh itu, Fajar Dony justru mengatakan bisa saja hal itu pekerjaan orang jahat didalam negeri yang hendak bikin kacau situasi nasional saat ini.

"Soalnya itu beras plastik kan cuma disatu titik, bisa saja itu dikerjain didalam negeri,"ujarnya.

Berdasarkan data Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok,kata dia, selama periode Januari hingga Mei tahun ini, importasi beras yang masuk lewat Priok berasal dari Vietnam, Pakistan,Mianmar dan Thailand.

"Importasi beras biasanya dilakukan oleh importasi produsen, dan harus melampirkan laporan surveyor,"paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top