Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: YLKI, Usut Rantai Distribusi Beras Plastik

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk mengusut dan menindak tegas rantai produksi dan distribusi beras sintetis.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  15:09 WIB
BERAS SINTETIS: YLKI, Usut Rantai Distribusi Beras Plastik
Karung beras - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk mengusut dan menindak tegas rantai produksi dan distribusi beras sintetis.

Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pengusutan beras plastik harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir, baik beras lokal maupun impor. Apabila ditemukan produk impor yang menyimpang, maka izin impor harus dicabut.

"Pelakunya juga harus diproses secara pidana," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2015).

YLKI juga meminta Kemendag, Pemkot Bekasi dan berbagai pimpinan daerah lain melakukan inspeksi secara kontiniu dan menyeluruh. Penyisiran yang dilakukan sebaiknya dilakukan secara mendadak dan tersembunyi di seluruh pasar tradisional.

Bagi masyarakat sendiri sebagai konsumen, imbuh Tulus, selayaknya lebih waspada dan teliti dalam membeli beras.

"Jangan hanya tergiur harga murah. Cermati fisik beras, jika meragukan tinggalkan saja dan jangan dibeli," ucapnya.

Desakan YLKI ini menyusul hasil uji laboratorium Sucofindo terhadap temuan beras yang diduka bercampur bahan kimia di Kota Bekasi, belum lama ini. Pengujian membenarkan adanya komponen kabel, keramik, dan pipa paralon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis beras sintetis
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top