Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS PLASTIK: Industri Mamin Kota Bekasi Tidak Terpengaruh

Penjualan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Makanan dan Minuman di Kota Bekasi tidak terpengaruh dari isu peredaran beras plastik.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 28 Mei 2015  |  06:37 WIB
Pedagang beras - Antara
Pedagang beras - Antara
Bisnis.com,BEKASI-Penjualan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Makanan dan Minuman di Kota Bekasi tidak terpengaruh dari isu peredaran beras plastik.
 
Ketua Industri Kecil dan Menengah (IKM) Makanan dan Minuman Kota Bekasi Afif Ridwan mengatakan kekhawatiran masyarakat terhadap adanya isu pencemaran plastik pada komoditas beras tidak memicu penurunan konsumsi masyarakat jenis makanan dan minuman di Kota Bekasi. Permintaan masyarakat terhadap industri makanan dan minuman tetap stabil.
 
Dia menuturkan kondisi ini disebabkan kebanyakan produksi IKM mamin di Kota Bekasi tidak berbahan dasar beras, melainkan tepung. "Intinya tidak ada pengaruhnya," katanya, Rabu (27/5/2015).
 
Dia mengatakan, justru para pelaku usaha telah memulai memproduksi jenis makanan lebaran, seiring dengan prediksi permintaan masyarakat akan semakin tinggi jelang puasa mendatang. Sebagai gambaran, omset pendapatan para pelaku usaha pada bulan puasa dan lebaran tahun lalu mencapai dua kali lipat dari penjualan hari biasa.
 
"Ada peningkatan terutama kue lebaran. Penjualan bisa dua kali lipat."
 
Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia memastikan tidak ada peredaran beras plastik. Kepastian ini mengacu pada hasil negatif uji lab empat instansi terhadap sampel beras yang diduga mengandung plastik.
 
Keempat laboratorium yang menyatakan negatif adalah Laboratorium Forensik Mabes Polri, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Hasil ini berbeda dengan hasil uji laboratorium sebelumnya yang dirilis PT Sucofindo.
 
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan perbedaan hasil uji sampel beras yang dilakukan Sucofindo dengan empat laboratorium lainnya bisa disebabkan oleh perbedaan interpretasi terhadap hasil analisis yang menggunakan metode gas chromatography mass spectrometry atau GCMS.
 
Dia menilai, Sucofindo mengeluarkan hasil analisis kualitatif tanpa melakukan konfirmasi dengan senyawa baku dari bahan plastik yang diduga terkandung dalam sampel. Selain itu, perbedaan itu hasil dapat terjadi karena adanya kontaminasi terhadap peralatan analisis yang digunakan dalam sampel tersebut.
 
Pada Kamis Kamis (21/5), PT Sucofindo merilis hasil uji lab terhadap sampel beras yang menunjukkan adanya senyawa polyvinyl chloride (PVC) yang biasa terkandung di pipa dan kabel. Selain itu, beras tersebut juga mengandung benzyl butyl phthalate (BBP), bis 2-ethylhexyl phthalate (DEHP) dan diisononyl phthalate (DINP) yang biasa digunakan untuk pelentur pipa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Beras Plastik
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top