Anggaran Satu Koridor LRT Rp10,5 Triliun

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati mengatakan pembangunan light rapid transit (LRT) kurang lebih akan menggelontorkan Rp10,5 triliun.
Light rail transit/www.cbc.ca
Light rail transit/www.cbc.ca
Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati mengatakan pembangunan light rapid transit (LRT) kurang lebih akan menggelontorkan Rp10,5 triliun.
 
Tuty mengaku Pemprov DKI menugaskan PT Jakarta Propertindo (JakPro) untuk membangun koridor satu jurusan Kelapa Gading-Kebayoran Lama, dan koridor tujuh jurusan Bandara Soetta-Cempaka Putih.
 
Tercatat untuk satu koridor saja, Tuty memperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp10,5 triliun. Anggaran itu terhitung hanya untuk pembangunan rel, belum termasuk pembangunan rolling stock.
 
"Penugasan kepada JakPro memang hanya membangun jalurnya saja," jelas Tuty di Balai Kota, Senin (2/8/2015).
 
Pasalnya LRT akan dibangun terintegrasi untuk beralih moda. Artinya penumpang LRT bisa pindah dari satu stasion terintegrasi ke MRT dan BRT. Koridor satu dan koridor tujuh yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI pasalnya tak direncanakan sebagai lokasi peralihan atau interchange.
 
"Misalnya ada satu station yang memang interchange station. Nah, misalnya di Manggarai, Jatinegara, ke jurusan mana pindah kesana, intedchange itu yang mau dimatangkan lagi," sambungnya.
 
LRT dari Soetta memang adalah ranah wilayah Provinsi Banten, namun menjadi tugas Pemprov DKI. Tuty mengaku hal itu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper