Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sering Dipukuli Ayah Tirinya, Bocah Ini Minta Perlindungan ke Sudin Sosial

Dipukuli Ayah Tirinya, Bocah Ini Minta Perlindungan ke Sudin Sosial
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2015  |  19:33 WIB
Ilustrasi-Teriak - www.news.com.au
Ilustrasi-Teriak - www.news.com.au

Bisnis.com, JAKARTA - Tasya (11), seorang siswi kelas lima SDN Klender 24 Pagi, Jakarta Timur, meminta perlindungan ke Kantor Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015). Ia mengaku bingung setelah diusir orangtuanya karena menolak mengamen. Bahkan, sejak dua pekan lalu, Tasya mengaku terpaksa tidak bersekolah.

Tasya menuturkan, karena menolak pengamen, ia kerap dipukuli ayah tirinya yang berinisial Sbr. Karena tidak tahan dianiaya, ia kemudian pergi ke kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Setibanya di Pasar Tanah Abang, Tasya yang kelaparan lalu meminta uang kepada seorang sopir bajaj. Namun oleh sopir bajaj yang tidak diketahui identitasnya, Tasya diantarkan ke Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

"Setiap hari harus mengamen. Kalau tidak mau, saya dipukul pakai kayu. Tadi siang diusir dan kalau ada orang nanya alamat rumahnya tidak boleh diberitahu," ujar Tasya.

Haris (50), petugas Pamdal Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, terkejut saat didatangi Tasya. Dengan lugunya, bocah yang mengenakan kaos warna pink dan celana jeans pendek ini mengadu telah diusir ayah tirinya. Kepada petugas Pamdal, Tasya juga mengaku sering dipukuli. Karena iba, ia pun langsung mengantarkan Tasya ke Kantor Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat.

"Saya tadi lagi jaga, tahu-tahu didatangi anak itu dan mengaku habis diusir orangtuanya. Karena kasihan jadi saya antar ke kantor Sudin Sosial," ujar Haris.

Sementara, Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Ishak mengatakan, Tasya akan dibawa ke rumah aman di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Selain lebih aman dan nyaman, Tasya juga akan rehabilitasi mentalnya. Sebab ia melihat ada goncangan jiwa yang dialami Tasya. Apalagi anak tersebut mengaku sering dipukuli kalau tidak mau mengamen.

"Kita selamatkan dulu anaknya di rumah aman. Karena di sana ada psikolog untuk melakukan pendampingan. Keamanan dan kenyamanan juga lebih terjamin," ujar Ishak.

Selain itu, pihaknya juga akan mendatangi rumah orangtuanya dan melakukan konfrontasi soal dugaan penganiayaan anak tersebut. Ia juga menduga Tasya menjadi korban eksploitasi orangtuanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak

Sumber : Berita Jakarta

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top