Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JAKARTA SMART CITY: Belum Semua SKPD Mau Terbuka

Operasional Jakarta Smart City mengalami keterhambatan karena transparansi di SKPD belum sepenuhnya berjalan baik.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 September 2015  |  14:56 WIB
Ilustrasi - jakarta.go.id
Ilustrasi - jakarta.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan program Jakarta Smart City masih terkendala belum terbukanya akses dan informasi di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta Ii Kurnia membeberkan operasional Jakarta Smart City mengalami keterhambatan karena transparansi di SKPD belum sepenuhnya berjalan baik.

"Seharusnya tahun ini masuk proses transformasi. Ini agak tersendat karena kami baru membuka transparansinya dulu," ujar Ii di Gedung William Soerdjajaja FK Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sabtu (19/9/2015).

Ii membeberkan saat ini belum semua SKPD masuk dalam sistem Jakarta Smart City. Ii menargetkan tahun depan semua SKPD sudah terakomodir dan masuk dalam Jakarta Smart City,

"Sekarang sudah ada 18 SKPD, targetnya ada 22 SKPD. Sudah hampir semua hanya tingkat partisipasinya yang berbeda-beda. Teman-teman SKPD belum bisa berpartisipasi karena transaksinya belum rapi," imbuhnua.

Ada tiga model transparansi yang akam diterapkan dalam Jakarta Smart City yakni transparansi layanan publik, transparansi informasi publik, dan transparansi partisipasi publik. Ii akan mendorong para SKPD merapikan transaksinya sehingga layanannya rapi.

"Semoga transaksi semakin baik sehingga pemerintah Jakarta bisa melakukan transformasi sebagaimana diharapkan dalam tataran e-governance," jelas Ii.

Pengumpulan data secara otomatis akan ditayangkan pula kepada masyarakat.

"Dengan dorongan itu maka ada feedback, masyarakat bisa mengadu apa saja. Bermacam-macam aspirasi kami tampung," paparnya.

Saat ini di Kepolisian dan Polda Metro Jaya, pengaduan kemacetan juga sudah memakai aplikasi smart city. Dengan menggunana Close Circuit Television (CCTV) Kapolda Metro Jaya mempunyai rencana agar Jakarta menjadi kota yang aman. Sebagian lain juga sudah digunakan oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) untuk memantau arus lalu lintas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki ahok
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top