Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Warga Depok Diimbau Bawa Kantong Plastik Sendiri Kalau Mau Belanja

BLHD kota Depok menghimbau warga untuk membawa kantong plastik sendiri saat akan belanja di pasar tradisional atau swalayan
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 12 Januari 2016  |  08:43 WIB
Warga Depok Diimbau Bawa Kantong Plastik Sendiri Kalau Mau Belanja
Bisnis.com, DEPOK- Badan Lingkungan Hidup Kota Depok mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait rencana penerapan kantong plastik berbayar di ritel modern pada Februari mendatang.
 
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Wijayanto mengatakan upaya tersebut dinilai akan menekan jumlah volume sampah non organik yang sulit diurai di Depok selama ini.
 
"Ini langkah yang baik untuk mengurangi sampah plastik. Meskipun nanti bakal ada pro dan kontra ketika kebijakan ini diterapkan," ujarnya pada Bisnis, Senin (11/1/2015).
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebelumnya menyatakan akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 daerah termasuk Kota Depok untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sampah.
 
Wijayanto menuturkan dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan pelaku usaha ritel moderen guna membicarakan ihwal penerapan harga kantong plastik yang akan diberlakukan.
 
"Kalau terkait harga palstik yang akan dibebankan nanti terserah pelaku usaha. Tapi bagi saya, semakin mahal semakin baik karena bakal berdampak positif," ujarnya.
 
Dia memberi contoh, apabila harga kantong plastik mahal, maka akan mendorong konsumen khususnya warga Depok untuk membawa kantong plastik dari rumah ketika berbelanja, sehingga penggunaan plastik menjadi berkurang.
 
Saat ini kata dia, kondisi sampah plastik di Depok diklaim terus berkurang seiring terus digalakkannya program tiga jari yakni memilah sampah, membuat kompos dan mendaur ulang sampah anorganik.
 
"Jadi setelah ada program tiga jari tersebut sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir bisa tembus hingga 15%. Sisanya banyak dimanfaatkan untuk kerajinan tangan dan diajdikan kompos," ujarnya.
 
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Azhari, mengatakan pihaknya tidak setuju apabila pemberlakuan kantong plastik berbayar dibebankan pada konsumen, karena dinilai akan memberatkan.
 
Dia mengaku setuju apabila langkah penerapan kantong plastik berbayar tersebut guna menekan penggunaan sampah plastik di Depok. Tetapi, lanjutnya, penerapan kantong plastik berbayar di ritel moderen bukan salah satu solusi.
 
"Nanti kita akan temui BLH dan juga pelaku usaha ritel moderen untuk benar-benar membicarakan hal ini. Kalau bisa cari cara yang benar-benar bijak agar tidak membebankan harga kantong plastik ke konsumen khususnya warga Depok," ujarnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plastik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top