Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Telur Ayam Melambung, Pedagang Bingung

Melonjaknya harga telur ayam di Tangerang Selatan dalam sepekan ini menjadi Rp26.000 per kg dari sebelumnya Rp17.500-Rp18.000 per kg cukup merepotkan sejumlah produsen dan pedagang makanan.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 13 Januari 2016  |  17:34 WIB
Telur ayam - cookies/in/motion.com
Telur ayam - cookies/in/motion.com

Bisnis.com, TANGSEL-- Melonjaknya harga telur ayam di Tangerang Selatan (tangsel) dalam sepekan ini menjadi Rp26.000 per kg dari sebelumnya Rp17.500-Rp18.000 per kg cukup merepotkan sejumlah produsen dan pedagang makanan.

Sunarti, pengusaha warung makan di Rempoa, Ciputat Timur, mengatakan untuk sementara tidak menjual telur sambel balado, karena harga modalnya sangat tinggi mencapai Rp26.000 per kg.

“Sejak harga telur ayam naik tinggi, saya tidak menjual terlur sambel balado karena harga jualnya yang berat, kalau dinaikkan dari harga sekarang Rp2.500 per butir kasihan pelanggan,” katanya, Rabu (13/1/2016).

Menurutnya, pelanggan tetap bisa memakan telur di warungnya, karena masih menjual telur dalam bentuk dadar yang tepung dan sayuran ditambah volumenya agar bisa mengimbangi harga modalnya.

Sementara itu Rumiadi, pedagang martabak di Jl Pendidikan, Ciputat, Tangsel, mengatakan penaikan harga telur ayam cukup merepotkan, karena adonan dagangannya menggunakan komoditas tersebut.

“Untuk itu dengan sangat terpaksa saya menaikkan harga jual martabak manis sebesar Rp1.000 untuk masing-masing jenisnya, baik yang rasa keju, cokelat atau orisinal,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, para pelanggan dapat memahami penaikan harga tersebut selama kualitas produk dan rasanya serta jaminan kesehatannya tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, para pedagang yang lain juga mengalami kondisi yang sama, dibuat bingung menghadapi kenaikan harga telur dan beberapa jenis barang kebutuhan pokok yang cenderung tidak terkendali.

“Untungnya harga telur bebek tidak ikut-ikut naik tinggi, karena pembeli martabak telur itu lebih senang pakai telur bebek, dari pada telur ayam,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur tangerang selatan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top