Perparkiran Kendaraan Di Sekitar Stasiun KA Tangsel Akan Ditata

Pemerintah Kota Tangerang Selatan diminta agar melakukan pembinaan secara baik terhadap jasa perparkiran seperda motor yang diusahakan warga di sekitar stasiun kereta api.
Nurudin Abdullah | 02 Maret 2016 18:36 WIB
Perparkiran sepeda motor. Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan diminta agar melakukan pembinaan secara baik terhadap jasa perparkiran seperda motor yang diusahakan warga di sekitar stasiun kereta api.

Pengelolaan perparkiran sepeda motor oleh warga tersebut sudah barlangsung jauh lebih lama dari pihak PT Kereta Api Indonesia ketika mulai menggarap kegiatan serupa di dalam area 5 stasiun kereta api yang terdapat di wilayah Tangseli.

Pelanggan jasa perparkiran di stasiun Pondok Raji, Jurangmangu, Sudimara, Rawa Buntu dan Serpong cenderung terus meningkat sering dengan meningkatnya jumlah pengguna keret rel listrik (KRL) Commuter Line.

Eddy, petugas perparkiran motor stasiun Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel mengatakan usahanya dimulai sejak awal beroperasinya KRL Commuter Line sehingga para pelanggan lama hampir semua kenal, termasuk motornya.

“Hubungan kami dengan pelanggan sudah saling mengenal baik, sehingga bisa saling pengertian untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan kendaraan, termasuk helm dan jaket yang ditinggal,” katanya, Rabu (2/3/2016).

Menurutnya, usaha perparkiran sepeda motor yang pertama kalinya dirintis dengan tarif Rp3.000 itu kemudian secara bertahap naik Rp500 hingga kini tarifnya menjadi Rp6.000, seperti tarif yang diberlakukan pihak stasiun.

Namun, lanjutnya, tempat perparkiran milik warga diberi atap sehingga kendaraannya tidak kepanasan atau kehujanan. Sementara perparkiran yang dikelola pihak stasiun hanya pelataran yang terbuka tanpa ada atapnya.

Sodikin, warga BSD pengguna KRL Commuter Line dari stasiun Rawa Buntu, mengaku lebih senang memarkir sepeda motornya di tempat perparkiran milik warga karena selain ada atapnya, juga karena terbangun hubungan emosional yang baik dengan para petugasnya.

“Parkir di stasiun kita berhubungan dengan mesin saat masuk dan keluar, sementara di perparkiran milik warga kita bisa bercanda saat terima karcis masuk atau ketika bayar mau keluar,” ujarnya.

Menurutnya, rencana Pemkot Tangsel membina pelaku usaha jasa perparkiran milik  tersebut agar dilaksanakan secara baik, sekaligus memberikan kemudahan untuk mendapatkan izin usaha dan pemenuhan persyaratannya.

Tag : tangerang selatan, stasiun
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top