Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demam Berdarah: 2.600 Kasus & 5 Orang Meninggal

Lima orang meninggal karena terinfeksi virus dengue (demam berdarah dengue/DBD) di Jakarta.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 04 Maret 2016  |  17:21 WIB
Demam Berdarah: 2.600 Kasus & 5 Orang Meninggal
Sejumlah pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Lima orang meninggal karena terinfeksi virus dengue (demam berdarah dengue/DBD) di Jakarta.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan, lebih dari 2.600 orang di DKI Jakarta terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Lima di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengatakan, data tersebut tersebar di lima wilayah DKI Jakarta, minus Kepulauan Seribu.

"Kelapa Gading Timur mencapai 65 kasus disusul Setiabudi, Jaksel 62 kasus. Rata-rata daerah elite," ujarnya, Jumat (4/3/2016) seperti dilansir situs Pemprov DKI, Beritajakarta.com.

Koesmedi menilai, jika dilihat dari luas wilayah DKI Jakarta, petugas juru pemantau jentik (Jumatik) yang ada tidak cukup, sehingga dia mengimbau warga secara mandiri melakukan pemantauan jentik nyamuk di rumahnya.

"Lebih bagus kalau satu rumah satu jumantik, dan itu secara pribadi dapat diterapkan di rumah masing-masing," tandasnya.

Koesmedi berharap dengan ditambahnya jadwal pemantauan jentik nyamuk dari satu minggu satu kali menjadi satu minggu dua kali di hari Rabu dan Jumat, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah lebih dapat maksimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top