Pembongkaran Prostitusi Dadap Mulai 23 Mei 2016

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan bakal membongkar lokalisasi Dadap secara bertahap mulai 2016 hingga 2020.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 15 Maret 2016  |  16:44 WIB
Pembongkaran Prostitusi Dadap Mulai 23 Mei 2016
Seorang anak duduk di depan rumahnya yang terkena banjir rob (air laut pasang), di Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten - Antara

Bisnis.com, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan bakal membongkar lokalisasi Dadap secara bertahap mulai 2016 hingga 2020.

Rencananya, lokalisasi Dadap yang berada di Kecamatan Kosambi ini mulai dibongkar pada 23 Mei tahun ini. Berdasarkan tahapan penertiban, Pemkab Tangerang akan melakukan pendataan bangunan dan pemetaan lokasi pada Maret 2016. Selanjutnya, pemerintah segera melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan yang tidak memiliki izin pada April 2016.

“Sebagai gantinya, kami akan membangun masjid raya, kawasan kuliner, ruang terbuka hijau, dan pasar tradisional. Kami sudah memiliki kajian detail engineering design [DED] terkait masterplan pembangunan kawasan Dadap yang diperkirakan memakan anggaran Rp200 juta, ” kata Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar di Dadap, Selasa(15/3/2016).

Menurutnya, penertiban lokalisasi ini dilakukan guna menata kawasan Dadap dari bangunan-bangunan ilegal. Tak hanya itu, penertiban dilakukan karena di kawasan Dadap tersebut terdapat lahan milik PT Angkasa Pura II (persero) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Penataan lokalisasi ini sudah direncanakan dari jauh-jauh hari dan masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah [RPJMD] 2012-2018. Pasca penggusuran, kami memprioritaskan pembangunan masjid, kawasan kuliner dan ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan, tidak semua bangunan di kawasan Dadap digusur, tetapi hanya tetapi hanya bangunan yang memakan badan jalan, baik di sisi kanan maupun kiri. Adapun area yang akan digusur 10 m – 20 m untuk bagian sebelah kiri, dan 5 m – 10 m untuk bagian kanan.

Nantinya, penduduk yang tempat tinggalnya terkena penggusuran akan dipindahkan ke rumah susun sewa terdekat, sedangkan penduduk yang memiliki bangunan, baik rumah maupun kantor dan mengantongin izin mendirikan bangunan (IMB) akan diberikan ganti rugi.

“Kalau berbentuk rumah, akan kami upayakan relokasi ke rusunawa terdekat. Khusus bagi pemilik bangunan yang tidak memiliki IMB, pemda tidak akan memberikan ganti rugi sepeserpun. Kalau jumlah kafe remang-remang, kami sudah mendata ada sekitar 72 unit,” tekannya.

Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, Pemkab Tangerang bersama PT Angkasa Pura II (Persero) telah sepakat membangun rusunawa di sekitar kawasan Dadap. Namun, Zaki belum bisa memastikan proyek pembangunan dimulai karena masih menunggu desain dan kebutuhannya.

Pasca-penggusuran, para PSK secara bertahap akan ditempatkan di PSKW ( Panti Sosial Karya Wanita) di Pasar Rebo Jakarta Pusat. Nantinya, PSK akan diberi pembinaan dan pelatihan agar tidak kembali ke prostitusi lagi.

“Kami menerima data sementara dari Pemkab Tangerang bahwa jumlah PSK di kawasan Dadap sebanyak 427 orang. Jumlah ini akan kami verifikasi lagi untuk menentukan jumlah anggaran yang harus disiapkan untuk melatih mereka atau memulangkan PSK tersebut ke daerah asalnya,” kata Kasubdit Tuna Susila dan Orang dengan HIV/AIDS Kementerian Sosial Dewi Rani.

Dia menyambut baik penutupan lokalisasi Dadap tersebut karena sejalan dengan misi pemerintah yang menargetkan Indonesia bebas prostitusi pada 2019. Hingga saat ini, dari sekitar 168 titik lokasi lokalisasi, 68 sudah ditutup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prostitusi, kabupaten tangerang

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top