Suplai Air Terganggu Akibat Perbaikan IPA Pejompongan, PAM Jaya Upayakan Air Lintas

Perusahaan Daerah Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya), selaku bumd Provinsi DKI Jakarta akan mengupayakan air lintas sebanyak 500 liter per detik, sebagai langkah antisipasi menghadapi kelangkaan air bersih, seiring perbaikan IPA 1 Pejompongan tersebut.
Puput Ady Sukarno | 02 Juli 2016 02:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Daerah Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya), selaku bumd Provinsi DKI Jakarta akan mengupayakan air lintas sebanyak 500 liter per detik, sebagai langkah antisipasi menghadapi kelangkaan air bersih, seiring perbaikan IPA 1 Pejompongan tersebut.

Hal itu dilakukan lantaran PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) operator penyediaan dan pelayanan air minum di wilayah Barat Jakarta, akan melakukan pekerjaan teknis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan 1, guna peningkatan pelayanan pada masyarakat. Dan berdampak menurunnya pasokan maupun terhentinya suplai air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan Palyja. Di mana sejumlah daerah yang terkena dampak terhentinya aliran air, antara lain, Ancol, Pinangsia, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Penjaringan, Pejagalan, Pluit, Perniagaan, Jembatan Lima, Pademangan Barat, Petojo Selatan, Kebon Sirih, Gambir, Cikini, Menteng, Kota Bambu Utara, Kota Bambu Selatan dan Kampung Bali.

Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan upaya air lintas dilakukan dengan berkoordinasi kepada PT. AETRA selaku operator penyedia dan pelayanan air wilayah Timur Jakarta, yang akan mengaliri air sebanyak 500 liter per detik melalui pipa di Jl. MT. Haryono.

"Untuk tetap menjaga kondisi pasokan air selama proses pekerjaan dilakukan Palyja, kami PAM Jaya mengupayakan air lintas, berkoordinasi dengan Aetra," terangnya, Jumat (1/6/2016). Pihaknya menambahkan bahwa secara historis konsumsi air semasa libur lebaran tidak seperti normal, agak turun, karenanya PAM JAYA berharap supply optimum bisa diberikan oleh AETRA sehingga pasokan air untuk wilayah yang terkena dampak perbaikan teknis IPA 1 bisa diminimalkan.

Erlan Hidayat menambahkan bahwa Palyja memanfaatkan waktu untuk melakukan perbaikan teknis saat lebaran, lantaran secara historis pemakaian air ketika periode liburan lebaran sedikit lebih kecil dibandingkan bukan liburan Lebaran. Distribusi air bersih pada 2015 di hari biasa mencapai 8620 liter per detik, dan menurun menjadi 7625 liter per detik saat lebaran. Hal itu senada pada kondisi tahun sebelumnya, yakni dari biasa 8495 liter per detik menjadi 7520 liter per detik. "Konsumsi turun swkitar 11%-12%, karena banyak penduduk Jakarta yang mudik atau keluar kota. Maka dipilihlah untuk perbaikan," ujarnya.

Menurutnya kalau tidak dilakukan pada masa konsumsi turun pas liburan lebaran, akan lebih besar lagi defisit air yang harus disalurkan. "Secara teknis, berbagai usaha dilakukan, guna meminimalisir dampak terhadap masyarakat, seperti produksi IPA 2 ditingkatkan, dan mempersiapkan armada tanki untuk emergency support," ujarnya. Sementara itu diketahui, bahwa pengerjaan teknis IPA 1 Pejomponyan akan dikerjakan pada Jumat, 8 Juli 2016 mulai pukul 01: 00 WIB sampai dengan Minggu, 10 Juli 2016. "Kegiatan ini akan menghentikan produksi air minum IPA Pejompongan 1 untuk sementara waktu," ujar Meyritha Maryanie, Corporate Communications & Social Responsibilities Div Head Palyja, Kamis (30/6).

Hal tersebut, lanjutnya, berdampak menurunnya pasokan maupun terhentinya suplai air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan Palyja. Sejumlah daerah yang terkena dampak penurunan suplai, diantranya di Bendungan Hilir, Kartini, Karang Anyar, Maphar, Taman Sari, Pluit, Tangki, Mangga Besar, Mangga Dua Selatan, Kebon Kelapa, Pasar Baru, Petamburan, Tomang, Cideng, Kemudian, Kebon Melati, Petojo Utara, Duri Pulo, Kali Anyar, Duri Selatan, Duri Utara, Tanah Sereal, Krukut, Keagungan, Glodok, Krendang, Jembatan Besi, Angke, Tambora. "Lalu di Senayan, Selong, Petogogan, Rawa Barat, Melawai, Gunung, Kramat Pela, Manggarai, Manggarai Selatan, Bukit Duri, Menteng Dalam, Tebat Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Pancoran dan Cikoko," ujarnya.

Menurutnya pasokan air minum PALYJA akan kembali normal secara bertahap mulai Senin, 11 Juli 2016 pukul 10.00 WIB. Pihaknya menghimbau kepada seluruh pelanggan agar mengisi bak-bak penampungan dan menghemat penggunaan air, guna mengantisipasi gangguan suplai air.

"Kami juga menyediakan air melalui truk-truk tangki secara gratis untuk keadaan darurat seperti rumah sakit, dsb.," ujarnya. Pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mempersilahkan masyarakat dapat menghubungi PT Palyja maupun Pam Jaya untuk permintaan air tangki gratis selama pekerjaan teknis berlangsung. "Kami mohon maaf atas segala dampak ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tapi ini semua untuk pemerataan distribusi air di beberapa area Jakarta," tambahnya.

Tag : air bersih
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top