Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ahok Heran Kemang Banjir Melulu

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku merasa aneh dengan kondisi banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan beberapa waktu belakangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Oktober 2016  |  17:05 WIB
Banjir Kemang Warga berjalan menembus banjir di jalan Kemang Selatan 8, Jakarta, Minggu (28/8/2016) dini hari. - Antara
Banjir Kemang Warga berjalan menembus banjir di jalan Kemang Selatan 8, Jakarta, Minggu (28/8/2016) dini hari. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku merasa aneh dengan kondisi banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan beberapa waktu belakangan.

Terlebih lagi, daerah terdampak banjir kerap berpindah-pindah di sejumlah kawasan termasuk Kemang, Trunojoyo, bahkan hingga Kasablanka.

"Kami juga sedang bingung, kenapa tiba-tiba Kemang banjir melulu, memang karena dia lembah jadi sumbat sedikit gampang. Tapi 2-3 tahun yang lalu pun Kemang sudah enggak pernah banjir, kami beresin," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Padahal, menurut Ahok ,secara logika air mengalir dari kawasan Selatan Jakarta menuju Utara, dan selama tidak terjadi rob tinggi di wilayah Utara, dia berani menjamin tidak akan ada banjir, kalaupun terjadi akan cepat surut.

"Kalau Kemang banjir oke kemarin kami atasi, kayak kemarin alasan pompa rusak, drainase tersumbat, Kasablanka enggak pernah banjir, tiba-tiba ada potongan ban masuk dan menyumbat. Nah ini yang kita cari nih. Aneh," kata Ahok.

"Anda merasa aneh enggak pindah-pindah banjirnya di Selatan? Trunojoyo tenggelam, tidak pernah tenggelam dia," katanya menambahkan.

Ahok bahkan, mengingatkan bahwa Kemang sekitar tiga tahun lalu sudah tidak ada masalah.

"Bukan beres gimana, waktu dulu kami baru masuk, Kemang sudah pernah kami normalisasi sedikit loh waktu itu. Nah kami teruskan, kenapa berhenti karena kami pikir oke yang penting Selatan Utara beres salurannya, tidak usah dipaksa karena terlalu padat," katanya.

"Jadi kejadian kemarin enam rumah yang jebol, rumah kosong. Sudah kami kerjakan," ujarnya menambahkan.

Kawasan Kemang pada pengujung Agustus lalu sempat terendam banjir hingga ruas Jalan Kemang Raya tidak bisa dilintasi.

Air setinggi 30 cm kembali menggenangi Jalan Kemang Raya setelah hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Jakarta pada Selasa (4/10/2016) siang, yang juga mengakibatkan genangan air setinggi 40-50 cm di kawasan Taman Kemang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top