Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Katulampa Tak Lagi Ancaman untuk Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak lagi mengkhawatirkan kondisi di pintu air Katulampa, Bogor, sejak pintu air Manggarai ditangani berbeda pada masa kepemimpinannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Oktober 2016  |  13:08 WIB
Bendung Katulampa - Antara/Jafkhairi
Bendung Katulampa - Antara/Jafkhairi

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak lagi  mengkhawatirkan kondisi di pintu air Katulampa, Bogor, sejak pintu air Manggarai ditangani berbeda pada masa kepemimpinannya.

"Kiriman air Katulampa sudah bukan ancaman lagi buat DKI sekarang, sejak kita membuka tiga pintu (air) Manggarai ke arah kanal banjir barat dan satu pintu ke Cilwung Lama, selalu saya buka di posisi 100 centimenter," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/10/2016).

"Makanya sekarang kalau kamu lihat (pintu-pintu air) Gajahmada, Hayam Wuruk, Istiqlal, Tangki, kenapa airnya begitu kencang termasuk Gunung Sahari, karena air dari Ciliwung Lama selalu kami buka," sambung Ahok.

Ahok juga mengatakan, kini Manggarai hampir tidak pernah lagi mengalami situasi Siaga I.

"Katulampa Siagai I pun Manggarai enggak pernah Siaga I. Apalagi Bukit Duri kita bereskan udah enggak ada lagi cerita Siaga I," katanya.

Ahok mengakui, 40 persenn wilaya Jakarta terancam tenggelam jika ketinggian air laut naik hingga 2,8 meter atau lebih, yang artinya setingkat dengan tanggul yang dimiliki Jakarta sehingga pompa air di Ancol tidak bisa bekerja dengan baik ditambah dengan hujan berturut-turut selama 2-3 hari.

"Kecuali, hujan dua sampai tiga hari berturut-turut dan air laut melintasi 2,8 meter tanggul. Enggak bisa dipompa, nah itu pasti tenggelem 40 persen Jakarta," ujarnya.

Ahok menawarkan solusi dari ancaman itu, yakni membangun tanggul Tipe A berketinggian 3,8 meter di sepanjang pantai utara Jakarta.

"Kami sedang bangun tanggul 3,8 meter, yang orang-orang bilang Giant Sea Wall itu, padahal bukan. Itu tanggul tipe A. Kalau Giant Sea Wall itu tipe C dan masih dikaji sebenarnya," kata Ahok.

Tanggul itu akan dikerjakan di sepanjang pantai utara Jakarta, meliputi kawasan Cakung dan Cilincing hingga Tanjung Priok, termasuk Muara Angke, Muara Baru dan Kapul Kamal.

Ahok menilai jalur tanggul yang ada saat ini masih terlalu kecil sehingga Pemprov DKI berencana memperlebarnya agar bisa dilewati mobil.

"Nanti di tepi daratnya kita bangunkan rumah susun buat nelayan dan warga sepanjang bantaran sungai sepanjang Cakung Cilincing-Tanjung Priok itu. Jadi nanti nelayan tinggal di apartemen menghadap laut, enggak kalah sama orang Pantai Mutiara," pungkasnya.

Meski demikian, Ahok belum menentukan kapan pembangunan tanggul tipe A ini rampung.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jakarta banjir

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top