Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

POLDA METRO JAYA: Angka Tabrak Lari Turun 9%

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat penurunan jumlah kejadian tabrak lari dalam rentang waktu Januari - September tahun 2016 dibanding periode yang sama tahun 2015
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  09:34 WIB
Ilustrasi. - .
Ilustrasi. - .

Kabar24.com, JAKARTA- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat penurunan jumlah kejadian tabrak lari dalam rentang waktu Januari - September tahun 2016 dibanding periode yang sama tahun 2015.

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Bingakum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, tren penurunan tabrak lari di tahun ini mencapai 9%.

"Berdasarkan data analisa dan eveluasi tabrak lari tren jumlah laka tabrak lari tahun ini mencapai 1.301 kejadian, menurun 9% dibanding tahun 2015 yang mencapai 1.437," kata Budiyanto di Jakarta, Senin (24/10/2016).

Perwira menengah Polri itu menambahkan, tak hanya dari sisi jumlah, tingkat fatalitasnya juga mengalami penurunan, dia menyebutkan, pada tahun 2015 tercatat 145 meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2016 jumlah korban meninggal mencari 134 atau turun 8%.

"Penurunan paling signifikan terjadi pada korban luka berat yakni mencapai 15% atau dari 548 menjadi 475 pada tahun 2016," jelasnya.

Dia menegaskan, pihaknya bakal terus melakukan pengawasan untuk menekan jumlah tersebut. Tak hanya itu, Budiyanto mengingatkan para pelaku tabrak lari bisa dijerat dengan pasal 312 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp75 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top