Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sasar Pasar Indonesia, Myrepublic Berambisi Melantai di Bursa

Myrepublic, penyedia jasa layanan internet berskala internasional, tengah mengkaji rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018 sebagai salah satu strategi ekspansinya di Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Oktober 2016  |  14:04 WIB
Bursa Efek Indonesia - Ilustrasi/Reuters/Iqro Rinaldi
Bursa Efek Indonesia - Ilustrasi/Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, TANGERANG - Myrepublic, penyedia jasa layanan internet berskala internasional, tengah mengkaji rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018 sebagai salah satu strategi ekspansinya di Indonesia.

Kendati demikian, kajian korporasi ini untuk melantai di bursa saham Indonesia harus menunggu implementasi rencana Myrepublic di Singapura untuk melantai di bursa regional Singapura dalam jangka 1,5 tahun mendatang.

Myrepublic menilai bisnis layanan penyedia internet di Indonesia sedang berkembang pesat dan peluangnya cukup signifikan jika dilihat dari populasi masyarakat Indonesia sebanyak 250 juta jiwa.

“Dari total populasi saat ini, proporsi pengguna internet tidak lebih dari 50%. Peluangnya sangat bagus, tetapi karena Myrepublic masih baru, kami masih fokus untuk mengembangkan jangkauan infrastruktur terlebih dahulu,” kata CEO Myrepublic Malcolm Rodrigues di BSD City, Minggu (30/10/2016).

Untuk mengembangkan jangkauan bisnisnya, perusahaan yang sudah beroperasi di Singapura, Australia, dan New Zealand ini berencana mengucurkan investasi senilai US$700 juta di Indonesia. Investasi itu sepenuhnya digunakan untuk memperluas jaringan fiber optik.

Hingga saat ini, layanan Myrepublic sudah mencapai kawasan Jabodetabek, Cibubur, Surabaya, Malang, Semarang, Palembang, dan Medan.

Sejak resmi beroperasi di Indonesia pada tahun lalu, Myrepublic sudah mampu mengakusisi 70.000 pelanggan. Sampai akhir tahun ini korporasi ini menargetkan mampu menggaet sekitar 100.000 pelanggan.

“Dalam lima tahun ke depan, kami juga ingin mengakuisi hingga 3 juta rumah tangga. Semua akan dilakukan secara bertahap karena kami pemain baru di Indonesia,” tekannya.

Untuk menunjang fasilitas Myrepublic, dirinya berencana meluncurkan paket internet dengan kecepatan hingga 1 gigabytes/second dengan harga yang terjangkau. Malcolm menyebutkan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini cukup kompleks sehingga harus didukung dengan paket internet dengan kecepatan yang signifikan.

“Dulu, manusia sudah puas dengan kecepatan internet di kisaran 100-200 mbps. Tetapi saat ini, internet tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjelma sebagai kebutuhan utama masyarakat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tangerang
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top