Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEMO 4 NOVEMBER: Polisi Diperintahkan Lakukan Tembak di Tempat? Ini Penjelasan Polda Metro

Pihak Polda Metro Jaya menegaskan dalam pengawalan demo yang akan berlangsung pada Jumat (4/10/2016) nanti para personel polisi yang bertugas dilarang membawa senjata api.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 31 Oktober 2016  |  02:59 WIB
Ribuan orang yang tergabung dari Gabungan Ormas Islam memadati Bareskrim Gambir, Jakarta Pusat, setelah berkumpul di Masjid Istiqlal. Mereka berunjuk rasa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. - Antara News/Alviansyah Pasaribu
Ribuan orang yang tergabung dari Gabungan Ormas Islam memadati Bareskrim Gambir, Jakarta Pusat, setelah berkumpul di Masjid Istiqlal. Mereka berunjuk rasa terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. - Antara News/Alviansyah Pasaribu

Kabar24.com, JAKARTA - Pihak Polda Metro Jaya menegaskan dalam pengawalan demo yang akan berlangsung pada Jumat (4/10/2016) nanti para personel polisi yang bertugas dilarang membawa senjata api

Seperti diketahui, Jumat nanti, sejumlah ormas Islam akan melakukan demo terkait dugaan kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama.

Hal ini disampaikan oleh Kabid humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono. Awi menepis isu yang beredar bahwa personel polisi diperintahkan untuk mengambil tindakan tembak di tempat.

"Kami menyampaikan bahwa di Polri tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo. Justru, Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo atau unjuk rasa tersebut, apa lagi menembak di tempat" kata Awi, Minggu (30/10/2016).

Awi menyebutkan bahwa pihak kepolisian ingin mengawal setiap demo agar tetap berjalan dengan aman dan damai karena itu merupakan hak setiap warga negara.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa masyarakat harus waspada terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan tindakan anarkis atau bahkan ingin agar Indonesia menjadi seperti negara di Timur Tengah atau Irak atau mengulang kembali kejadian insiden 1998 lalu.

Awi menambahkan, saat ini TNI dan Polri sedang berupaya sekuat tenaga untuk mengamankan kota Jakarta dan kota lainnya di Indonesia agar tetap aman dan damai.

"Mohon untuk dicermati berita yang berkembang yang ingin memperkeruh suasana dan membuat keresahan di masyarakat. Sekali lagi kami beritahukan bahwa tidak pernah kami dengar ada perintah untuk tembak di tempat, kita harus waspada terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen ini untuk anarkis," katanya menegaskan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilkada DKI 2017
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top