Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3,8 Juta Motor Nunggak Pajak, Pemprov DKI Gelar Razia

Kepala Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan ada sebanyak 3,8 juta kendaraan bermotor di Ibu Kota menunggak pajak.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 30 Maret 2017  |  15:38 WIB
Sepeda motor - Bisnis.com
Sepeda motor - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta Edi Sumantri mengatakan ada sebanyak 3,8 juta kendaraan bermotor di Ibu Kota menunggak pajak.

"Sebanyak 3,8 juta itu terdiri dari sepeda motor sebanyak 3,2 juta unit dan mobil 600 ribu unit," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BPRD DKI, Kamis (30/3/2017).

Dia menuturkan, hal tersebut tentu menghambat penerimaan daerah, khususnya untuk jenis pajak kendaraan bermotor (PKB). Menurutnya, tunggakan tersebut bervariasi, mulai dari satu tahun hingga di atas 3 tahun.

Melihat besarnya potensi yang bisa didapat dari pembayaran piutang PKB, Edi menuturka,n pihaknya akan berkoordinasi dengan Dirlantas Polda Metro Jaya untuk melakukan razia gabungan kendaraan bermotor.

Razia gabungan kendaraan bermotor akan dilakukan pada semester I dan 2 tahun ini. Nantinya, pihak Dirlantas Polda Metro Jaya akan menyisir kelengkapan surat-surat pemilik kendaraan bermotor.

"Jika ketahuan menunggak, mereka harus melakukan pembayaran di tempat. Kalau masih menghindar, nanti motornya akan dikandangin oleh Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI," ucapnya.

Berdasarkan data BPRD DKI, target penerimaan dari jenis PKB pada tahun ini mencapai Rp7,9 triliun. Sementara itu, total penerimaan PKB hingga 21 Maret 2017 berkisar Rp1,65 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak kendaraan bermotor
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top