Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Bogor Resmikan Blue Room

Pemerintah Kota Bogor meresmikan Blue Room untuk mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada 2018 mendatang.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 31 Maret 2017  |  03:49 WIB
Petugas memeriksa surat suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di PT Gramedia Printing, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/3). - Antara/M Agung Rajasa
Petugas memeriksa surat suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di PT Gramedia Printing, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (23/3). - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah Kota Bogor meresmikan Blue Room untuk mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada 2018 mendatang.

Tidak hanya itu, Blue Room juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan aparat kepolisian dan aparat keamanan lainnya seperti kasus-kasus kriminalitas.

Fungsi lain dari dikembangkannya Blue Room juga sebagai ruang informasi dan pengaduan layanan Disdukcapil Kota Bogor dengan memanfaatkan semua media mulai dari media sosial dan berbagai jenis media lainnya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses pelayanan.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dodi Ahdiyat menerangkan fungsi utama dari Blue Room yang dibangun guna menyajikan data kependudukan secara real time.

"Kemudian diaplikasikan melalui dashboard Disdukcapil dengan sebutan Sistem Informasi Data Administrasi Kependudukan atau disingkat menjadi Sitanduk," katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Kamis (30/3/2017).

Sitanduk tersebut, katanya, dengan mengambil data dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikembangkan lagi oleh Disdukcapil Kota Bogor.

Dimana, lanjutnya, Sitanduk itu juga berisi data penduduk Kota Bogor mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga tingkat Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT) bahkan sampai by name by address penduduk yang diaplikasikan dalam diagram statistik.

Hal itu diklaim mempermudah pembacaan profil data penduduk Kota Bogor mulai dari jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga, struktur umur, jenis kelamin, jenis pendidikan, dan lainnya sesuai dengan elemen data formulir permohonan kartu keluarga.

"Data terakhir yang masuk ke dalam Sitanduk adalah sesuai dengan permintaan wali kota. Yaitu jumlah angka perceraian yang datanya dimintakan dari Pengadilan Agama Kota Bogor. Meskipun data ini untuk sementara belum bisa terintegrasi dengan data SIAK," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bogor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top