Sandiaga Minta Pelaku Usaha Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar pengusaha untuk tetap fokus pada dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja, sedangkan anak-anak muda fokus menjadi enterpreneur dengan mendirikan usaha.
Gemal AN Panggabean | 19 Juni 2017 03:33 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Co-Founder OK OCE Stock Center Hendri Setiadi di sela-sela pembukaan perdagangan saham dan peresmian OK OCE Stock Center di Jakarta, Jumat (2/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar pengusaha untuk tetap fokus pada dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja, sedangkan anak-anak muda fokus menjadi enterpreneur dengan mendirikan usaha.

Hal itu disampaikannya pada acara Kiat Sukses Pengusaha Muda Dan UKM Menghadapi Kondisi Ekonomi 5 Tahun Ke Depan" yang diselenggarakan Rumah Kemajuan Indonesia (RKI), di Grand Sahid Hotel Jakarta.

“Untuk yang masuk di politik baik pemerintah pusat dan daerah fokus menghasilkan kebijakan yang bisa berpihak dan berkeadilan bagi pertumbuhan ekonomi ke depan khususnya warga kelas menengah ke bawah,” katanya, kepada wartawan, Ahad (18/6/2017).

Menurut Sandiaga, UMKM bisa di dorong dan ditumbuhkan dan kebijakan-kebijakannya diberikan kemudahan. Masih banyak dikeluhkan UMKM menyangkut akses perijinan, akses lahan usaha, akses pemasaran, akses peningkatan SDM dan pemodalan.

“Teman-teman di RKI harus menstimulus kebijakan-kebijakan melahirkan pengusaha baru dan UKM dalam konsep kemitraan. Tidak bisa lagi pemerintrah bergerak sendiri. Bukan zamannya super power tapi sekarang zamannya di akar rumput,” katanya.

Sementera itu, Erwin Aksa, CEO Bosowa Group menjelaskan bahwa posisi pemerintah harus jelas memposisikan pelaku bisnis apakah didorong BUMN sepenuhnya atau BUMN sebagai katalisator yang berperan menaikkan kelas pengusaha menengah menjadi besar.

“Itu justru sangat mungkin agar pelaku dunia usaha bisa didorong secara serius, UMKM harus kreatif dan inovatif. Saat ini yang dapat membuat loncatan kedua hal melalui teknologi,” kata Erwin.

RKI merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh beberapa aktivis 90-an dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia yaitu UGM, ITB, UI, IPB dan UNJ serta Perguruan perguruan tinggi lain seperti IISP, Ibnu Khaldun, Trisakti dan lain lain.

Dewan pendiri RKI Salman Dianda Anwar mengatakan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh 120 orang pengusaha muda, penggiat UKM, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan media pembelajaran bagi masyarakat umum tentang Kewirausahaan, dan juga pertemuan sekaligus dialog antara pengusaha muda atau pemula, UKM, dunia perbankan, perusahaan permodalan, dalam mengatasi berbagai kendala yang menghambat tumbuhnya wirausahawan baru.

“Kami menghadirkan pembicara dari BNI 46, PT Permodalan BMT Ventura dan Pengusaha Muda Sukses untuk membantu dan mentoring para pelaku dunia usaha pemula dan UKM tersebut,” kata Salman.

Selanjutnya kata Salman, seluruh peserta akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan RKI untuk bagaimana saling membangun networking, mentoring bagi yang pemula bisnis. RKI dan BNI berkomitmen untuk mengembangkan UKM dan wirausahawan baru.

“RKI juga akan segera mengembangkan kegiatannya di sepuluh kota besar di seluruh Indonesia. Guna memudahkan calon nasabah yang akan mengajukan kredit, BNI Kredit Digital di mana calon nasabah dapat mengajukan kredit tanpa harus datang ke kantor BNI,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top