41 Pengembang Tertarik Bangun Hunian di Lokasi TOD MRT

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar mengatakan terdapat sekitar 41 proposal kerja sama dari pemilik properti untuk pengembangan konsep transit oriented development (TOD).
Suasana pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (11/7)./ANTARA-Rivan Awal Lingga
Suasana pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (11/7)./ANTARA-Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar mengatakan terdapat sekitar 41 proposal kerja sama dari pemilik properti untuk pengembangan konsep transit oriented development (TOD).

Konsep TOD sedang dikembangkan pemerintah untuk upaya interkoneksi dan integrasi antar moda transportasi yang sedang dibangun di setiap stasiun dan halte di Jakarta untuk melayani warga.

"Seperti di kawasan Dukuh Atas. Di sana akan bertemu 5 moda transportasi publik, yakni commuterline, Transjakarta, kereta bandara, LRT, dan MRT," ujar William seperti dikutip dalam situs resmi MRT Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Selain itu, terkait sistem pengumpan penumpang di kawasan-kawasan penyangga Jakarta menuju stasiun-stasiun MRT pihaknya sudah berkoordinasi dan meminta Transjakarta menjadi bus pengumpan.

MRT juga, kata William, tengah membangun terminal park dan ride di Lebak Bulus untuk memudahkan warga Jakarta menggunakan transportasi publik.

Adapun terkait jangkauan MRT, pihaknya berencana menawarkan ke Pemerintah Daerah Tangerang Selatan maupun pihak pengembang untuk mempanjang pembangunan proyek MRT hingga kawasan mandiri Bintaro dan Bumi Serpong Damai.

"Karena pembangunan jalan tol malah akan menambah kemacetan karena mendorong masyarakat untuk naik kendaraan pribadi. Sementara, MRT dapat membawa 2.000 orang dalam satu kali angkut," papar William.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Miftahul Khoer
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper