Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Djarot : Kami Tak Bisa Bangun Rumah Tapak Dengan DP Nol Persen

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyindir program Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terkait rencana pembangunan hunian dengan uang muka nol rupiah.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 16 September 2017  |  00:55 WIB
Djarot : Kami Tak Bisa Bangun Rumah Tapak Dengan DP Nol Persen
Ilustrasi: Rusunawa Daan Mogot, Jakarta. - Antara/Vitalis Yogi Trisna

Bisnis.com, JAKARTA- Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyindir program Anies Baswedan dan Sandiaga Uno terkait rencana pembangunan hunian dengan uang muka nol rupiah.

"Kami tak bisa bangun rumah tapak dengan DP nol persen. Karena di Jakarta itu rumah susun," ujarnya di sela-sela memberikan sambutan kepada calon penghuni rusunawa di Balai Kota, Jumat (15/9/2017).

Seperti diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih Anies-Sandi telah mengusung program pembangunan hunia dengan uang muka nol rupiah.

Program tersebut digulirkan agar warga DKI bisa memiliki hunian layak dengan cara mencicil tanpa harus kesulitan memiliki uang muka.

Hal tersebut bertentangan dengan program Djarot yang banyak membangun rusunawa di seluruh DKI Jakarta. Djarot merasa kurang cocok jika Pemprov DKI membangun rumah susun milik atau rusunami.

"Kenapa saya tidak mau bangun rusunami, karena dari dulu rusunami banyak diborong sama orang kaya dan dikontrakin. Sedangkan warga tak mampu tidak bisa tinggal di situ," katanya.

Dia menambahkan Pemprov DKI juga memiliki program pembangunan rusunami, tetapi melibatkan perusahaan BUMN yakni Perum Perumnas yang siap berinvestasi triliunan rupiah untuk bangun rusunami di kawasan Klender dan Cengkareng.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Djarot Saiful Hidayat anies-sandi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top