Kebakaran di Kampung Bandan, Pemprov DKI Relokasi Korban Ber-KTP DKI

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan relokasi penduduk yang menjadi korban kebakaran di kawasan Kampung Bandan, Sabtu (16/9/2017) merupakan wewenang dan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 September 2017  |  15:40 WIB
Kebakaran di Kampung Bandan, Pemprov DKI Relokasi Korban Ber-KTP DKI
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (dari kanan) didampingi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI) Kresno Sediarsi di sela-sela peluncuran JakOne Mobile, di Jakarta, Selasa (29/8). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan relokasi penduduk yang menjadi korban kebakaran di kawasan Kampung Bandan, Sabtu (16/9/2017) merupakan wewenang dan tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan.

“Kalau di bantaran sungai,  kami BPTJ yang menertibkan. Ini wilayahnya PT KAI, maka berkali-berkali ketika berkoordinasi dengan PT KAI [kita] minta tolong agar yang di rel itu diamankan,” ujarnya di Balai Kota, Senin (18/9/2017).

Djarot mengatakan, relokasi warga yang bermukim secara liar di kawasan tersebut sudah dilakukan beberapa kali setelah sejumlah peristiwa kebakaran yang juga sering melanda lokasi padat penduduk tersebut.

Pemprov DKI hanya dapat merelokasi warga dengan kartu tanda penduduk domisili DKI Jakarta, selain dari itu pihaknya tidak dapat merelokasi mereka dengan fasilitas rumah susun.

“Rumah-rumahnya sebagian besar ilegal, rumah bedeng kaya begitu. Tentu saja kalau seperti ini kami tidak bisa fasilitasi untuk rusun. Kita harus lihat juga itu rumah warga DKI atau bukan,” ujarnya.

Mantan Walikota Blitar tersebut menyampaikan saat ini kondisi antrean rumah susun bagi warga domisili DKI Jakarta sudah cukup banyak sementara pembangunan rusun masih berlangsung, sehingga penempatan relokasi akan memprioritaskan warga DKI.

Djarot juga menyampaikan, selain kawasan pinggir rel kereta dan bantaran kali, pihaknya masih berusaha untuk menertibkan kawasan rawan berdirinya pemukiman liar seperti di kolong jalan layang tol.

“Kemarin kami bertemu dengan Menteri PUPR untuk menjaga, merawat dan mengamankan kolong-kolong jalan layang. Kalau kebakaran, bahaya juga karena bisa mempengaruhi konstruksi di atas,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top