PENATAAN TANAH ABANG: Ini Rekayasa Lalu Lintas

Pemprov DKI memaparkan konsep baru dalam penataan kawasan Tanah Abang. Penataan kawasan Tanah Abang ini dilakukan dalam dua tahap.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  16:02 WIB
PENATAAN TANAH ABANG: Ini Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa arus lalu lintas di Tanah Abang Jakarta Pusat. - Bisnis.com/Nirmala Aninda

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI memaparkan konsep baru dalam penataan kawasan Tanah Abang. Penataan kawasan Tanah Abang ini dilakukan dalam dua tahap.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI mengatakan untuk tahap pertama atau jangka pendek pihaknya memberlakukan penutupan salah satu sisi Jalan Jati Baru di depan pintu lama Stasiun Tanah Abang yang kemudian digunakan sebagai lokasi berjualan para pedagang kaki lima (PKL).

"Selama penutupan jalan diberlakukan, sisi Jalan Jati Baru lainnya digunakan sebagai jalur shuttle bus yang disediakan PT Transjakarta secara gratis sehingga warga dapat mengelilingi kawasan Tanah Abang dengan mudah," katanya di Balai Kota (21/12/2017).

Dia melanjutkan PT Transjakarta menyiapkan 10 shuttle bus dilengkapi stiker Tanah Abang Explorer. Satu unit bus dapat menampung 66 penumpang. Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama tahap pertama atau jangka pendek ini berlaku di kawasan Tanah Abang. Terdapat enam titik pemberhentian bagi shuttle bus untuk mengitari Tanah Abang, yakni Halte Stasiun Tanah Abang, Halte Blok G, halte Blok C, Halte Auri Tanah Abang, Halte Blok E, dan Halte Fly Over.

"Shuttle bus ini juga akan memudahkan warga atau penumpang kereta di Stasiun Tanah Abang untuk berpindah menggunakan moda transportasi lainnya, mulai dari bus kecil (angkot/mikrolet), bajaj, hingga ojek online," ungkapnya.

Berikut rincian rekayasa lalu lintas dari dan menuju kawasan Tanah Abang:

1. Lalu lintas Kendaraan dari Timur (Jl. Fachrudin) dan Utara (Jl. Cideng Timur) menuju Jl. Kb. Jati dialihkan menuju Jalan KS. Tubun Raya (Flyover) - Jl. KS. Tubun 1 (PLN) – Jl. KS. Tubun Raya – Jl. Kb. Jati.

2. Lalu lintas kendaraan dari arah Selatan (Jl. KS. Tubun Raya) yang akan menuju Jl. Jatibaru Raya dialihkan menuju Jl. Kb. Jati – Jl. K.H. Mas Mansyur dan seterusnya.

3. Rute angkutan umum bus besar dari arah Timur (Jl. Fachrudin) – Jl. KS. Tubun Raya (Flyover) – Jl. Brigjend Katamso - berputar di depan Hotel Menara Peninsula – Jl. Brigjend Katamso – Jl. KS. Tubun Raya – Jalan Kebon Sirih dan seterusnya.

4. Rute angkutan umum bus sedang melalui ruas Jalan K.H. Mas Mansyur – Jalan Kb. Jati – Jalan Jembatan Tinggi – Jalan KS. Tubun Raya – Jalan Kb. Jati – Jalan K.H. Mas Mansyur.

5. Rute angkutan umum bus kecil / mikrolet (M.08, M.10) berputar di bawah flyover Jatibaru (Jl. Jatibaru Raya).

6. Rute angkutan umum bus kecil / mikrolet (M. 09, M 09A, M. 11) melalui ruas Jalan KS. Tubun Raya – Jalan Kb. Jati - Jalan Jembatan Tinggi – Jalan KS. Tubun Raya.

7. Ruas Jl. KS Tubun 1 (PLN) yang semula dua arah menjadi satu arah dari Utara ke Selatan (Jl. KS Tubun 1 – Jl. KS. Tubun Raya) dari pukul 08.00 – 18.00 WIB;

8. Larangan belok kiri untuk arus lalu lintas dari Timur ruas Jl. KS. Tubun Raya yang akan menuju ruas Jl. KS. Tubun 1 dari pukul 08.00 – 18.00 WIB (kecuali penghuni);

9. Penutupan terhadap lokasi putaran (U-turn) pada ruas Jl. KS. Tubun Raya (depan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebon Jeruk Dua)

Penutupan jalan untuk lokasi berdagang dan pengalihan arus lalu lintas tersebut juga hanya diberlakukan dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kondisi ini pun sifatnya hanya sementara waktu, hingga tahap kedua atau jangka panjang dapat diterapkan, yakni pembangunan kawasan Tanah Abang sebagai Transit Oriented Development (TOD).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top