Ganjil-Genap di Tol, DKI Ajukan 20 Trayek Baru Transjabodetabek

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyambut baik rencana pemberlakuan aturan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur sekaligus rencana di pintu tol Jakarta Cikampek.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Februari 2018  |  16:55 WIB
Ganjil-Genap di Tol, DKI Ajukan 20 Trayek Baru Transjabodetabek
Bus Transjabodetabek - Antara/Lucky R.

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyambut baik rencana pemberlakuan aturan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur sekaligus rencana di pintu tol Jakarta Cikampek.

Dia berharap aturan tersebut dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke jalanan Ibu Kota.

"Mudah-mudahan bisa diterapkan secara konsisten sehingga pemilik kendaraan yang biasa lewat tol berniat pindah menggunakan transportasi umum," katanya ketika dihubungi Bisnis, Jumat (23/2/2018).

Terkait aturan ganjil-genap di ruas tol yang dikelola PT Jasa Marga Persero Tbk., Andri mengaku sudah berkomunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Salah satunya untuk menyiapkan angkutan massal yang bisa lalu-lalang di jalan tol.

Andri meminta penambahan trayek bus Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kota penyangga dan melintas di tol tersebut, misalnya Bekasi atau Cikarang.

Dia menuturkan saat ini total trayek Transjabodetabek baru 9 rute. PT Transjakarta telah mengoperasikan sedikitnya 10 unit bus Transjabodetabek yang melayani warga dari Bekasi Timur dan 10 unit di Bekasi Barat. Bus beroperasi dari pukul 05.00 WIB sampai 21.00 WIB.

"Kami sudah mengajukan penambahan 20 trayek baru kepada BPTJ. Trayek baru ini untuk mengantisipasi warga kota satelit yang ingin beralih ke transportasi umum karena adanya penerapan aturan ganjil-genap di tol," imbuhnya.

Meski mendukung penuh kebijakan tersebut, Andri mengaku tak memastikan apakah keputusan itu akan mengurangi volume kendaraan yang masuk ke DKI Jakarta. Pasalnya, Pemprov DKI, BPTJ, dan Jasa Marga harus terus berkoordinasi dan melakukan evaluasi untuk memantau efektif atau tidak aturan tersebut di lapangan.

Selain pintu tol Bekasi Barat dan Timur, Pemerintah melalui Keputusan Menteri Perhubungan dalam waktu dekat akan memberlakukan paket kebijakan dalam rangka menangani kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional di ruas jalan tol tersebut.

Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan V/C Ratio dan meningkatkan kecepatan tempuh rata-rata di Jalan Tol Jakarta Cikampek.

Paket kebijakan penanganan kepadatan Jalan Tol Jakarta Cikampek tersebut merupakan kebijakan terintegrasi yang mencakup semua golongan kendaraan pengguna jalan, terdiri dari : pengaturan jam operasional angkutan barang,

prioritas jam Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU), serta pengaturan waktu kendaraan pribadi melalui skema ganjil genap di akses tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjabodetabek

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top