Penataan Tanah Abang : Tahap I Terburu-Buru, Sandi "Salahkan" Wartawan dan Netizen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru memaparkan rencana penataan Tanah Abang Tahap II.
Feni Freycinetia Fitriani | 09 Maret 2018 18:21 WIB
Wakil Ketua Ombudsman Adrianus Meliala (kedua kanan) berbincang dengan pedagang kaki lima (PKL) saat pemonitoran di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/1/2018). Pemonitoran tersebut dilakukan untuk mengedukasi PKL bahwa kebijakan dengan menjadikan jalan umum dan trotoar sebagai tempat berjualan yang dibuat oleh Pemerintah Provnsi DKI Jakarta telah melanggar peraturan tentang sarana dan prasarana publik. - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru memaparkan rencana penataan Tanah Abang Tahap II.

Langkah tersebut dilakukan lantaran politisi Gerindra itu belajar dari kejadian sosialisasi dan penataan tahap I.

"Kami tak ingin terburu-buru. Kami didorong-dorong kan sama kalian [wartawan] sama netizen juga, akhirnya terburu-buru," kata Sandi, Jumat (9/3/2018).

Gara-gara hal itu, lanjutnya, Pemprov DKI tak bisa melalukan sosialisasi yang cukup. Dampaknya, komunikasi dengan pihak-pihak terkait antara lain Polda Metro Jaya, Kementerian Perhubungan, dan stakeholder lain pun terabaikan.

"Akhirnya kami belum sempat berkomunikasi dengan Pak Halim [Direktur Lalu-Lintas Polda Metro Jaya Halim Pagarra], pejalan kaki, dan Ombudsman," ungkapnya.

Meski belum memaparkan rencana penataan tahap II, Sandi berencana merilis hasil survei penataan kawasan Tanah Abang tahap satu pada Jumat (9/3/2018) sore ini,

"Sore nanti [pemaparan hasil survei]. Saya minta waktu 10-15 menit nanti untuk presentasikan bahannya. Tolong [wartawan] cerna dulu, setelah itu baru tanya," imbuhnya.

Sandi menuturkan pemaparan hasil survei rencananya akan dilaksanakan di ruangan Jakarta Smart City, Blok B lantai 3 di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurutnya, hasil survei tersebut merupakan data konkret pertama yang dimiliki pemerintah Ibu Kota. Data tersebut, lanjutnya, berbeda dengan data Waze yang hanya menyorot laporan kemacetan di sekitar kawasan Tanah Abang.

"[Survei ini] benar-benar berbasis data dan kami punya metodenya. Kaitannya memang dengan survei perilaku, tingkat kepuasan masyarakat," jelas Sandi.

Tag : sandiaga uno, tanah abang
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top