Pengusaha Resort Desak Pasokan Listrik ke Kepulauan Seribu

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, dari 110 pulau dalam zonasi Kepulauan Seibu, baru 15 pulau yang sudah terhubung dengan jaringan kabel laut (on-grid). Dengan catatan, 12 pulau berpenduduk dan tiga pulau resort di mana pemakaian daya eksisting berkisar 4 MW--5 MW.
Feni Freycinetia Fitriani | 20 Maret 2018 18:54 WIB
Pulau Macan, Kepulauan Seribu - tripadvisor.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Asosiasi Pengelola Resort Kepulauan Seribu, Raymond Simanjuntak mengatakan tidak ada aliran listrik PLN yang digunakan pelaku usaha sejak awal beroperasi hingga saat ini.

"Anda bisa bayangkan, Kepulauan Seribu kan masuk dalam wilayah DKI Jakarta, Ibu Kota negara. Namun, pulau-pulau resort malah tak dialiri listrik," katanya seusai acara Focus Group Discussion (FGD) Proyeksi Kebutuhan Listrik di Kepulauan Seribu di Hotel Four Points, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, dari 110 pulau dalam zonasi Kepulauan Seibu, baru 15 pulau yang sudah terhubung dengan jaringan kabel laut (on-grid). Dengan catatan, 12 pulau berpenduduk dan tiga pulau resort di mana pemakaian daya eksisting berkisar 4 MW--5 MW.

Sementara itu, wilayah yang belum terkoneksi dengan jaringan kabel laut atau off-grid berjumlah 13 pulau. Ironisnya, semua pulau off-grid digunakan untuk destinasi wisata atau resort.

Dia menuturkan saat ini ada delapan pulau yang dimanfaatkan sebagai resort, yaitu Bidadari, Ayer, Bidadari, Sepa, Pelangi, Macan, dan Pantara. Sementara itu, resort di pulau Kotok sudah tak beroperasi saat ini.

Menurutnya, listrik yang dibutuhkan oleh masing-masing resort berkisar 2 MW--2,5 MW. Adapun, kapasitas 75 km kabel laut yang ditarik dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu hanya 8 KW.

"Resort di Kepulauan Seribu ini kan aset DKI Jakarta. Coba, kalau ada wisatawan mancanegara ke Ibu Kota bisa dibawa kemana? Paling relevan ya ke resort-resort di Kepulauan Seribu, tetapi bagaimana kami bisa berbenah jika sampai saat ini tidak ada listrik?," tegasnya.

Untuk itu, Raymond menyambut baik adanya adanya wacana yang dilontarkan PT Jakarta Utilitas Propertindo, anak usaha PT Jakpro, untuk menggantikan PLN mengelola dan mendistribusikan pasokan listrik ke Kepulauan Seribu.

"Pada dasarnya pengusaha tidak keberatan siapapun yang akan mengelola atau menyalurkan listrik ke pulau. Mau PLN atau Jakpro, ya kami setuju saja. Yang penting, harganya pas dan tak memberatkan pelaku usaha," katanya.

Tag : kepulauan seribu
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top