Ratna Sarumpaet Bilang Anies-Sandi Takut Dianggap Salah

Aktivis Ratna Sarumpaet menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno terjebak pada kondisi takut dianggap salah oleh masyarakat.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 05 April 2018  |  18:14 WIB
Ratna Sarumpaet Bilang Anies-Sandi Takut Dianggap Salah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Sandiaga Uno seusai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivis Ratna Sarumpaet menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno terjebak pada kondisi takut dianggap salah oleh masyarakat.

Ketakutan itu terlihat dari sejumlah pernyataan Anies yang membantah telah ditelepon oleh Ratna.

“Harusnya (yang dibahas itu) masalah mobil yang tidak seharusnya diderek, kok ini yang diributin telepon,” ujar Ratna, Kamis (5/4/2018).,

Pernyataan Ratna itu masih berkaitan dengan penderekan mobilnya di kawasan Taman Tebet, Jakarta Selatan, 3 April lalu. Saat itu Ratna baru selesai berolahraga ketika petugas Dinas Perhubungan datang dan menderek mobilnya.

Menurut Ratna, Taman Tebet itu adalah ruang publik yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Namun, di tempat itu pemerintah tidak menyediakan lahan parkir. Karena itu Ratna tidak merasa bersalah kalau memarkir kendaraan di pinggir jalan dekat taman. Apalagi di jalan itu tidak ada tanda larangan parkir.

“Saya enggak mau bayar (denda) untuk kesalahan yang tidak saya ketahui,” ujarnya.

Ratna sempat menghubungi Gubernur Anies untuk memprotes tindakan petugas Dinas Perhubungan itu. Namun karena tidak ada jawaban, ia menghubungi staf Anies yang dipanggil Jhon.

Diduga Jhon inilah yang kemudian menghubungi petugas Dinas Perhubungan untuk mengembalikan mobil Ratna.

Anies menilai pengembalian mobil Ratna oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta justru sebuah kekeliruan. Hal ini harus menjadi pelajaran bagi pegawai negeri sipil supaya jangan menumbuhkan kebiasaan takut kepada atasan.

“Kalau menjadi pegawai pemerintah, bekerjanya harus takut pada prosedur,” kata Anies.

Sementara Sandiaga Uno mengatakan penderekan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2014 tentang transportasi. Dalam aturan itu memang tidak diharuskan adanya rambu-rambu untuk penderekan kendaraan.

"Kami ingin memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih patuh terhadap perda tersebut," ucap Sandiaga,Rabu (4/4/2018).

"Kalau tidak ada tempat parkirnya, memang ya tidak boleh dibuat parkir di sana."

Sandiaga mengatakan Ratna Sarumpaet datang ke Taman Tebet untuk berolahraga.

"Terus parkir, mungkin udah biasa seperti itu. Harus ada yang ngingetin kalau itu tidak boleh di situ," ujar Sandiaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parkir dki, anies-sandi

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top