Pemprov DKI Genjot Pertumbuhan Melalui Tiga Sektor Ini

Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan kebutuhan ini yakni revolusi industri keempat (industry 4.0) yang membuat konsumen lebih tertarik untuk melakukan transaksi secara online.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 16 April 2018 02:05 WIB
Wisatawan mengunjungi penangkaran ikan hiu di Perairan Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta fokus menggenjot pertumbuhan perekonomian Ibu Kota melalui tiga sektor.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta maka para pelaku bisnis harus bisa menyesuaikan barang dan jasa yang ditawarkannya dengan kebutuhan zaman.

Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan kebutuhan ini yakni revolusi industri keempat (industry 4.0) yang membuat konsumen lebih tertarik untuk melakukan transaksi secara online.

Dengan demikian, Sandi menjelaskan sektor pertama yang harus bisa dikembangkan oleh para pelaku bisnis dari mulai usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) hingga ke korporasi, yakni perekonomian berbasis teknologi digital. Dia menyebutkan sektor teknologi dan digital kini memberikan kontribusi terhadap perekonomian Tanah Air hingga 25%.

"Feeling saya kalau di Jakarta lebih dari 30% [kontribusi teknologi digital terhadap perekonomian Ibu Kota]. Kenapa? Karena teknologi digital [seperti] Internet of Things, e-commerce, fintech mendominasi dari bisnis kita ke depan," kata Sandi, Minggu (15/4/2018).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai sektor kedua yang bisa menjadi basis perekonomian Ibu Kota di masa yang akan datang adalah pariwisata.

"Di Jakarta saja, banyak sekali destinasi wisata yang kita sebut sebagai the new Bali seperti Kota Tua [dan] Kepulauan Seribu. Kita ke Kepulauan Seribu, tidak jauh dari sini, [waktu tempuh] selama 1 jam dari sini tapi sudah feeling like the Maldives dan ini akan berkembang terus destinasi-destinasi halal tourism," imbuhnya.

Sementara itu, sektor yang diprediksi dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Ibu Kota yakni bidang ekonomi kreatif dan budaya. Pelaku bisnis UMKM diharapkan bisa membuat produk dengan berbasis kreatifitas dan menambahkan unsur kebudayaannya. Hal ini bisa dikerjakan sekaligus semisal membuat suvenir yang berciri khas Betawi untuk oleh-oleh turis lokal dan mancanegara.

"Menurut saya ini [ekonomi kreatif dan budaya] akan berkembang. Ini akan mendorong kita semua maju," ujarnya.

Tag : pemprov dki
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top