Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siang Ini, Buruh Perempuan dan “Emak-emak” Demo di Depan Istana Merdeka

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) pada Rabu (25/7/2018) siang akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta akibat kenaikan harga barang yang semakin menjadi-jadi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Juli 2018  |  11:09 WIB
Siang Ini, Buruh Perempuan dan “Emak-emak” Demo di Depan Istana Merdeka
Massa menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2018 di Jakarta, Selasa (1/5/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) pada Rabu (25/7/2018) siang akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta akibat kenaikan harga barang yang semakin menjadi-jadi.

Presiden KSPI Mirah Sumirat mengatakan bahwa ribuan buruh perempuan akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Aksi akan dimulai dari patung kuda depan kantor PT Indosat dan long march menuju Istana Merdeka.

Selain buruh perempuan KSPI, ribuan buruh perempuan dari Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) dan "emak-emak" dari berbagai lapisan masyarakat, juga hadir untuk bergabung dan menyuarakan aspirasi mereka.

Ketua Komite Perempuan ASPEK Indonesia, Roro Dwi Handayani mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang semakin sulit.

Menurut Roro, hal itu tak lepas dari peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang nyata-nyata bertentangan dengan Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karena telah mengesampingkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) dalam penetapan upah minimum yang mengakibatkan kemampuan daya beli rakyat semakin terpuruk.

Kalangan ibu rumah tangga menjadi pihak yang paling merasakan langsung dampak dari kenaikan harga barang, kata Roro.

Pekan lalu kenaikan harga telur ayam menjadi momok bagi masyarakat di Indonesia. Ini karena di beberapa wilayah di Indonesia harga pangan terus meroket. Kementerian Pertanian berinisiatif untuk menekan harga telur dengan melaksanakan operasi pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top