Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Tuntutan Buruh Perempuan & “Emak-emak” di Depan Istana Merdeka

Tiga tuntutan akan diajukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) ada Rabu siang di depan Istana Merdeka, Jakarta terkait kenaikan harga barang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Juli 2018  |  11:35 WIB
3 Tuntutan Buruh Perempuan & “Emak-emak” di Depan Istana Merdeka
Buruh perempuan demo. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -Tiga tuntutan akan diajukan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) ada Rabu siang di depan Istana Merdeka, Jakarta terkait kenaikan harga barang.

Presiden KSPI Mirah Sumirat mengatakan tiga tuntutan itu adalah penurunan harga sembako, bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL), pencabutan PP 78/2015 yang mengakibatkan upah murah dan turunnya daya beli masyarakat, dan setop pemutusann hubungan kerja (PHK) massal, bertambahnya jumlah tenaga kerja asing (TKA), serta ciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Tuntutan itu akan dibawakan oleh ribuan buruh perempuan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Rencananya unjuk rasa akan dimulai dari patung kuda depan kantor PT Indosat dan longmarch menuju Istana Merdeka.

Selain buruh perempuan KSPI, ribuan buruh perempuan dari Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) dan "emak-emak" dari berbagai lapisan masyarakat, juga hadir untuk bergabung dan menyuarakan aspirasi mereka.

Ketua Komite Perempuan ASPEK Indonesia, Roro Dwi Handayani mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang semakin sulit.

Menurut Roro, hal itu tak lepas dari peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang nyata-nyata bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karena telah mengesampingkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) dalam penetapan upah minimum yang mengakibatkan kemampuan daya beli rakyat semakin terpuruk.

Dalam hal ini, kalangan ibu rumah tangga menjadi pihak yang paling merasakan langsung dampak dari kenaikan harga barang, kata Roro.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top