Beban Puncak Listrik di DKI Naik 5% Saat Pembukaan Asian Games 2018

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M. Ikhdan Asaad mengaku bersyukur karena perhelatan pembukaan Asian Games berjalan lancar. 
Feni Freycinetia Fitriani | 19 Agustus 2018 16:53 WIB
Susana pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (18/8/2018) - Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA-- Acara pembukaan atau opening ceremony Asian Games 2018 berlangsung spektakuler dan sangat meriah. 

Selain sajian kolosal penari dan penyanyi, para penonton termasuk kepala negara, atlet, dan officials dari 45 negara dibuat takjub oleh megahnya tata lampu (lighting) panggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M. Ikhdan Asaad mengaku bersyukur karena perhelatan pembukaan Asian Games berjalan lancar. 

"Alhamdulillah, pasokan listrik ke GBK semalam sangat aman dan terkendali. Suplai listrik untuk kebutuhan lampu sejak awal hingga akhir acara tidak ada kendala," katanya ketika dihubungi, Minggu (19/8/2018).

Dia mengatakan penggunakan tata lampu yang maksimal di Stadion GBK dan sekitarnya secara langsung menambah beban puncak listrik untuk wilayah DKI Jakarta. 

Meski demikian, Ikhsan menambahkan penambahan tersebut tidak signifikan dan masih sesuai dengan kapasitas listrik yang didistribusikan oleh PLN Disjaya. 

"Beban puncak listrik di Jakarta rata-rata 5.000 MW. Kemarin itu naik kurang lebih 5%. Namun, tidak ada masalah karena suplai yang kami miliki di atas itu," jelasnya. 

Menurutnya, alokasi penggunaan listrik pada pembukaan Asian Games 2018 memang berpusat di kawasan GBK mulai sore hingga malam hari.

Untuk itu, dia menerapkan sistem keamanan berlapis untuk pasokan listrik selama Asian Games berlangsung mulai 18 Agustus-2 September. 

Hal itu dilakukan guna menjaga keandalan suplai energi agar tidak mengganggu jalannya aktivitas dan pertandingan di masing-masing arena olah raga. Setiap venue mendapatkan listrik dari minimal dua sumber yang berbeda. 

Dia memberi contoh listrik ke GBK dipasok dari Gardu Distribusi Induk Senayan dan Senayan Baru. 

"Bila sumber utama mengalami kendala, kami bisa langsung switch ke sumber lain. Ini berlaku untuk semua arena olah raga, termasuk GBK, Velodrome Rawamangun, hingga Jetski dan Layar di Ancol," ungkapnya.

Selain arena olah raga, PLN Disjaya juga telah memaksimalkan pasokan listrik ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Listrik di kawasan Kampung Atlet juga digunakan untuk mengaliri air yang didistribusikan PAM Jaya ke tujuh menara atau tower di sana.

"Untuk pasokan listrik ke Wisma Atlet berasal dari Gardu Induk Kemayoran dan Gambir Baru. Semuanya dipastikan aman dan siap digunakan," kata Ikhsan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, Asian Games 2018, PLN Disjaya

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top