Sandiaga Ungkap Alasan Pilih Mundur dari Wagub DKI Dibandingkan Ambil Cuti

Calon Wakil Presiden dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya resmi mengundurkan diri dari kursi Wakil Gubernur DKI.
Feni Freycinetia Fitriani | 27 Agustus 2018 17:39 WIB
Calon wakil presiden Sandiaga Uno berkunjung ke PBNU, Kamis (16/8). - JIBI/MUhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden dari Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno akhirnya resmi mengundurkan diri dari kursi Wakil Gubernur DKI.

Sandi membacakan pidato pengunduran dirinya secara langsung saat sidang paripurna di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh ketua dan anggota dewan serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam pidatonya, Sandi mengungkapkan alasan dia lebih memilih mengundurkan diri dibandingkan mengambil cuti untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2019.

"Untuk menjelaskan dan menjalankan maksud tersebut, dengan tidak menunda tugas-tugas wewenang dan kedinasan selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta, saya berinisiatif mengajukan surat pengunduran berhenti sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2017-2022," katanya di hadapan peserta Sidang Paripurna, Senin (27/8/2018).

Mantan bos Saratoga Investama tersebut mengaku telah menandatangani [surat pengunduran diri] pada tanggal 9 Agustus kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo dengan tembusan Menteri Dalam Negeri RI.

Sandi mengatakan dirinya ngotot mundur dari jabatan Wagub meskipun menurut Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Pemerintah (PP) No 32/2018 tentang Tata Cara Pengunduran Diri dalam dalam Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dapat dilakukan dengan mengambil cuti.

Namun, dia mempertimbangkan betapa besar tugas seorang Wakil Gubernur, betapa berat tugas yang diemban di Jakarta, dan menghindari resiko Politisasi jabatan, menjauhkan dari mudharat pejabat yang mengintevensi dan menyalahgunakan birokrasi, anggaran, dan fasilita.

"Maka saya memilih ikhlas untuk tidak mengambil cuti, saya ingin mendahulukan kepentingan warga Jakarta juga aspirasi rakyat Indonesia diatas kepentingan saya sendiri dan golongan," jelasnya.

Dalam kaitan ini, pilihan Sandi mengambil sikap menyatakan berhenti secara resmi sebagai Wagub didasari komitmen dan tanggung jawab untuk memberikan ruang dan kepastian kepada Wagub yang nanti akan menggantikan saya agar dapat bekerja maksimal bersama Gubernur.

"Ketika saya juga memperjuangkan aspirasi rakyat sebagai Calon Wakil Presiden bersama Bapak Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI Periode 2019-2024," katanya.

Tag : sandiaga uno
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top