Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dulu Menolak, Kini Anies Beri Sinyal Positif terhadap BUMD yang Ajukan PMD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi sinyal positif pada delapan Badan Usaha Milik Daerah yang sedang mengajukan penyertaan modal daerah.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 30 Agustus 2018  |  19:37 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan menyambut tim sepak bola U-14 Jakarta yang telah menjadi pemenang di Beijing Cup 2018.  - Istimewa
Gubernur DKI Anies Baswedan menyambut tim sepak bola U-14 Jakarta yang telah menjadi pemenang di Beijing Cup 2018. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi sinyal positif pada delapan Badan Usaha Milik Daerah yang sedang mengajukan penyertaan modal daerah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menampik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memerlukan penyertaan modal daerah (PMD).

Hal ini berbanding terbalik dengan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang menghapus PMD dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Ketika itu, Anies mendorong agar BUMD tidak bergantung terhadap PMD. Dia mengimbau agar BUMD DKI dapat menjalankan bisnisnya secara mandiri.

Mantan menteri pendidikan tersebut enggan berkomentar terkait perubahan sikap ini. Dia menambahkan PMD tetap diperlukan agar BUMD dapat membantu program pembangunan pemerintah.

"Yang ingin dilakukan di sini adalah fungsi pengembangannya, kata Anies, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, proyek pembangunan di Jakarta memiliki dua tujuan, yakni komersial dan untuk kepentingan bersama. Dia ingin agar proyek pembangunan untuk kepentingan bersama ini dapat terealisasi secepatnya, meski memerlukan PMD.

"Arahnya dua kegiatan. Pertama, kegiatan yang sifatnya komersil didorong lebih kepada investasi. Kedua, yang berorientasi pada pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah kemudian menggunakan dana dari APBD," jelasnya.

Seperti diketahui, delapan BUMD DKI mengajukan PMD dalam APBD-Perubahan (APBD-P) 2018.

Adapun delapan BUMD tersebut, yakni PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), PT Tjipinang Food Station, PT Pembangunan Sarana Jaya, PAM Jaya, PD PAL Jaya, PD Dharma Jaya, dan PD Pasar Jaya. 

Anggaran yang diusulkan oleh delapan BUMD ini mencapai sekitar Rp11 triliun. Lebih lanjut, pengajuan PMD saat ini sedang dibahas dalam Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top