MRT Jakarta Umumkan Pemenang Lelang Kontruksi Gardu Induk Monas

PT MRT Jakarta mengumumkan pemenang kontrak paket (CP 200) untuk konstruksi dinding diagfragma (D-Wall) untuk Gardu Induk Monas.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 Desember 2018  |  20:55 WIB
MRT Jakarta Umumkan Pemenang Lelang Kontruksi Gardu Induk Monas
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--PT MRT Jakarta mengumumkan pemenang kontrak paket (CP 200) untuk konstruksi dinding diagfragma (D-Wall) untuk Gardu Induk Monas. 

Berdasarkan data yang diterima Bisnis, PT Trocon Indah Perkasa keluar sebagai pemenang CP 200 dengan harga penawaran sebesar Rp21,7 miliar.

Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp22,3 miliar. PT Trocon Indah Perkasa mengalahkan PT Pakubumi Semesta dan PT Indonesia Raya Tbk. Karena tak lulus proses evaluasi kualifikasi.  

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan CP 200 merupakan paket awal untuk memulai pembangunan fase II rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota. 

"Kami memang membuka kesempatan bagi kontraktor lokal untuk mengikuti lelang CP 200 yaitu pembangunan gardu induk bawah tanah atau receiving sub station [RSS] di Monas. Dokumen kerja sama akan diteken sebelum akhir tahun," katanya, Kamis (27/12/2018). 

Dia menuturkan lelang CP 200 memang berbeda dengan paket kontrak yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pasalnya, paket kontrak proyek MRT Jakarta fase I hanya bisa diikuti oleh perusahaan gabungan atau konsorsium korporasi Indonesia dan Jepang. 

Hal itu dilakukan karena status pinjaman untuk proyek MRT Jakarta bersifat perjanjian mengikat (tight loan) dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA). 

Setelah tertunda beberapa bulan, pemerintah Jepang dan Indonesia akhirnya menandatangani pertukaran dokumen (exchange note) pinjaman untuk proyek mass rapid transit Jakarta Fase II Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan.

Penandatanganan E/N senilai maksimum ¥70,2 miliar atau Rp9,46 triliun (dengan catatan nilai tukar Rp134,9 per yen). Adapun, total biaya yang diperlukan untuk membangun fase II mencapai Rp25 triliun.

Setelah melalui proses diskusi dengan JICA, kedua pihak sepakat untuk membuka kesempatan lelang kontruksi gardu induk bawah tanah Monas  bagi kontraktor lokal. 

"Untuk pembangunan RSS Monas tidak membutuhkan teknologi tinggi seperti saat membangun jalur bawah tanah. Kami rasa kontraktor Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk melakukan pembangunan sesuai kriteria yang dibutuhkan," jelasnya. 

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan lelang CP 200 telah dilaksanakan sejak awal Agustus lalu. Tender tersebut diikuti lima perusahaan mendaftar biasanya berstatus sebagai sub-kontraktor pada proyek nasional.

Menjelang akhir masa lelang, hanya satu perusahaan yang mengajukan dokumen lelang. 

"Namun, perusahaan tersebut juga tak memenuhi persyaratan yang dipatok PT MRT Jakarta," ungkapnya. 

Lantaran dibangun di dalam kawasan Monumen Nasional, Silvia mengatakan perusahaan mensyaratkan standar prosedur pekerjaan yang ketat dan peralatan yang menjamin keamanan. Mendekati pengumuman lelang, perusahaan yang tersisa tak memiliki peralatan yang diminta PT MRT Jakarta. 

"Beberapa peralatan mereka sedang digunakan dalam proyek di luar negeri," kata dia.

PT MRT Jakarta, Silvia melanjutkan, lantas mengulang penyelenggaraan lelang. Pada lelang ini, BUMD milik Pemerintah DKI itu menyesuaikan persyaratan dengan ketersediaan peralatan kerja yang tersedia di dalam negeri.

Hasilnya, kontrak pengerjaan gardu diteken Desember mendatang. Setelahnya, MRT Jakarta juga bakal membantu pemenang lelang terkait pengurusan izin ke pemerintah untuk mempercepat pekerjaannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, pt mrt jakarta

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top