Jakarta Inflasi 0,6 Persen Selama Desember 2018, Tiket Pesawat Jadi Pemicu

DKI Jakarta alami inflasi sebesar 0,6% pada Desember 2018. Kepala BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi mengatakan angka tersebut cukup baik mengingat pada Desember 2017 angka inflasi DKI Jakarta mencapai 0,65%.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 02 Januari 2019  |  20:55 WIB
Jakarta Inflasi 0,6 Persen Selama Desember 2018, Tiket Pesawat Jadi Pemicu
Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur - Jakarta.go.id

Bisnis.com, JAKARTA–DKI Jakarta mengalami inflasi  0,6% pada Desember 2018 dipicu harga tiket pesawat dan sembako.

Berdasarkan data BPS DKI Jakarta yang dipublikasikan pada Rabu (2/1/2019), komoditas dengan sumbangan inflasi tertinggi adalah tarif angkutan udara dengan persentase 0,15 persen, telur ayam ras 0,07%, daging ayam ras 0,06%, beras 0,05%, tarif kereta api 0,04%, dan air kemasan dengan sumbangsih 0,03%.

“Meskipun terjadi kenaikan angka inflasi yang cukup  signifikan yaitu dua kali lipat dari bulan sebelumnya, namun  inflasi Jakarta Desember 2018 terbilang masih cukup terkendali, karena angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Jakarta Desember 2017 yang mencapai 0,65%,” Kata Kepala  BPS DKI Jakarta Thoman Pardosi pada Rabu (2/1/2019).

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang diteliti, tiga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi terbesar adalah kelompok bahan makanan dengan inflasi sebesar 1,83%; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,98%; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,31%.

Dari kelompok bahan makanan, sub kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sub kelompok telur dan susu mengalami inflasi sebesar 4,56%, sub kelompok daging 3,2%, sub kelompok ikan segar 2,14%, dan sub kelompok padi-padian serta umbi-umbian 1,72%.

Dari kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, sub kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,67%, sedangkan tiga sub kelompok sisanya yaitu sub kelompok  komunikasi  dan  pengiriman, sub  kelompok sarana dan  penunjang  transportasi, dan  sub  kelompok  jasa keuangan tidak mengalami inflasi.

Dari kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau seluruh sub kelompoknya mengalami inflasi. Sub kelompok  minuman tidak beralkohol alami inflasi 1,4%, sub kelompok  tembakau dan minuman beralkohol 0,14%, dan sub kelompok  makanan jadi 0,02%.

Adapun laju inflasi di DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 mencapai 3,27% sedangkan laju inflasi year-to-year mencapai juga mencapai 3,27%.

Apabila dibandingkan dengan kota-kota lain, DKI Jakarta menempati peringkat 39 dari 80 kota di Indonesia yang mengalami inflasi.

Jika dibandingkan dengan inflasi daerah satelit yang berada di sekitar DKI Jakarta, Kota Bogor (0,78 persen), Kota Tangerang (0,63 persen), Kota Bekasi (0,59 persen), dan Kota Depok (0,22 persen) maka DKI Jakarta mengalami inflasi ke tiga tertinggi.

Kota Bekasi dan Kota Depok mengalami inflasi di bawah DKI Jakarta dengan inflasi masing-masing sebesar 0,59% dan 0,22%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki jakarta

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top