Integrasi Dengan MRT, TransJakarta Ubah Susunan Halte

PT TransJakarta akan mengubah penataan halte Bus TransJakarta dalam rangka integrasi dengan rute MRT yang akan mulai beroperasi pada Maret 2019.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  16:31 WIB
Integrasi Dengan MRT, TransJakarta Ubah Susunan Halte
Bus Transjakarta melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - ANTARA/Dhemas

Bisnis.com, JAKARTA – PT TransJakarta akan mengubah penataan halte Bus TransJakarta dalam rangka integrasi dengan rute MRT yang akan mulai beroperasi pada Maret 2019.

Direktur Operasional PT TransJakarta Daud Joseph menerangkan akan ada beberapa halte yang digeser untuk mengintegrasikan rute TransJakarta dengan MRT.

Halte Tosari akan digeser lebih dekat dengan Bundaran HI agar pengguna TransJakarta dari Bundaran HI tidak terjadi penumpukan pengguna di Halte Bundaran HI depan Hotel Pullman.

"Jadi nanti kebutuhan pengguna TransJakarta yang di Halte ICBC, di gedung-gedung Grand Indonesia, kemudian dari Teluk Betung, Sumenep, itu semua bisa ke Halte Tosari," kata Daud pada Selasa (8/1/2018).

Halte CSW pun juga akan diintegrasikan dengan Stasiun Sisingamangaraja yang dikelola PT MRT Jakarta.

Selain itu, PT TransJakarta pun juga sudah mengakuisisi lahan di seberang Selapa Polri dan di sisi Halte MRT Lebak Bulus.

Bus pengumpan dari arah Ciputat itu akan difokuskan untuk berputar di lahan yang ada di sisi Halte MRT Lebak Bulus, sedangkan lahan yang terletak di seberang Selapa Polri akan menjadi titik endapan Bus Transjakarta yang beroperasi di sekitar Lebak Bulus baik itu Koridor 8, Ciptutat-Tosari, Ciputat-Kampung Rambutan, dan Kampung Rambutan-Lebak Bulus.

"Itu semua akan lebih rapi karena ada titik endapannya. Fungsi pengendapan itu kedua, tapi pertamanya sebagai titik feeder dari Lebak Bulus," kata Daud.

Perubahan rute tersebut merupakan kelanjutan dari memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani oleh PT MRT Jakarta dan PT TransJakarta tentang Studi Integrasi Transportasi Antar Moda pada Novembe 2018.

Dirut PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan pihaknya bersama PT MRT Jakarta telah melakukan workshop dengan pakar-pakar dari universitas domestik seperti ITB, UI, dan UGM serta pakar luar negeri Hong Kong dan Malaysia.

"Jadi kita bisa lihat praktik integrasi di Hong Kong dan Malaysia. Pakar kita kemudian sama-sama memberikan pandangannya, kemudian studinya sedang dilanjutkan oleh pakar-pakar dari Jakarta, MRT, dan lain-lain," kata Agung pada Selasa (8/1/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top